Perkosa Anak di Bawah Umur, Mahasiswi Cantik Ini Terancam Mendekam Lama di Penjara
North Carolina adalah sebuah negara bagian yang konservatif secara sosial dengan tradisi keagamaan yang kuat.
TRIBUNSUMSEL.COM, RALEIGH - Seorang mahasiswi berusia 20 tahun didakwa melakukan pemerkosaan saat “berhubungan” dengan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun di North Carolina, Amerika Serikat.
Perempuan muda tersebut dituntut setelah ibu dari anak laki-laki itu, yang melaporkan dugaan hubungan gelap kedua orang itu kepada polisi.
Mahasiswi bernama Taylor Ashton Moseley itu bertemu dengan anak laki-laki tadi saat bekerja di sebuah bar di Surf City, setelah diperkenalkan oleh seorang sahabat.
Hubungan tidak senonoh itu dilaporkan terjadi pada Mei 2017.
Demikian menurut polisi negara bagian North Carolina, seperti diberitakan The Independent, Selasa (25/7/2017).
Setelah ibu si anak laki-laki melaporkan hubungan itu, Moseley didakwa melakukan perbuatan tidak senonoh dengan anak kecil atau perkosaan menurut undang-undang setempat.
Selain itu, Moseley didakwa melakukan hubungan seksual dengan seorang anak di bawah umur.
Moseley, mahasiswi di East Carolina University, ditahan di Penjara Daerah Pender dan menunggu persidangan dengan uang jaminan sebesar 225.000 dollar atau Rp 3,2 miliar.
Menurut The Independent, kasus Moseley merupakan pelanggaran besar terbaru di negara bagian “Sabuk Alkitab” itu yang dituntut karena berhubungan dengan laki-laki di bawah umur.
Awal tahun ini di North Carolina, seorang guru berusia 25 tahun didakwa melakukan hubungan seksual dengan tiga muridnya yang masih remaja.
North Carolina adalah sebuah negara bagian yang konservatif secara sosial dengan tradisi keagamaan yang kuat.
Di sana, anak-anak berusia 16 tahun diizinkan untuk menikah atas izin orangtua dan gadis berusia 14 tahun diperbolehkan untuk menikah jika kedapatan hamil akibat hubungan gelap.
Pria Ini Perkosa Kambing Setelah Cintanya Ditolak Seorang Perempuan
TRIBUNSUMSEL.COM, NAIROBI — Seorang pria di Kenya nyaris tewas dihakimi massa setelah tertangkap basah memerkosa seekor kambing setelah cintanya kerap ditolak para wanita.
Gabrielle Simiyu tertangkap basah melakukan perbuatan asusilanya itu pada Jumat malam pekan lalu.
Beruntung, polisi yang mendengar kabar itu langsung datang ke lokasi kejadian di desa Nangwe, Kenya, itu.
Perbuatan Simiyu ketahuan setelah pemilik kambing, Richard Wanyonyi, mendengar hewan peliharaannya itu mengembik di tengah malam.
"Saya kira ternak saya tengah bertengkar satu sama lain. Namun, saat saya lihat ke dalam kandang, saya sangat terkejut melihat seorang pria di dalam kandang yang lalu kabur," kata Wanyonyi.
"Karena kejadiannya pada malam hari, saya tak bisa melihat dengan jelas. Lalu, saya melihat sepatu milik pria itu yang tertinggal dan saya mencari pemiliknya pada pagi hari," kata Wanyonyi.
Pada pagi hari, Wanyoyi kemudian memperlihatkan sepatu itu kepada para pengemudi ojek dan mereka mengatakan sepatu itu adalah milik Simiyu.
Mendengar itu, Wanyonyi dan sejumlah warga desa mendatangi kediaman Simiyu dan langsung menghajarnya.
Setelah diamankan polisi, Simiyu mengaku dia memang melakukan hubungan seks dengan hewan-hewan itu dan meminta maaf atas perbuatannya.
"Saya memiliki masalah besar dan butuh bantuan. Setiap kali saya mendekati seorang gadis, dia selalu menolak. Itu sangat menyakitkan," kata Simiyu.
"Saya bahkan sudah minta dibawa ke dokter atau spesialis agar masalah saya terungkap," kata Simiyu.
Apa pun pengakuannya, Simiyu kini ditahan dan didakwa telah melakukan hubungan seks dengan hewan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/cupi-cupita_20170413_191113.jpg)