Kemalangan Terus Menimpanya, Diculik Lalu Diperkosa Dihari Pernikahan Hingga Disebut Dikutuk
Agama saya mengajarkan untuk memaafkan dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan.
Berjuang agar tetap hidup
Mulut saya disumpal dengan potongan kain yang saya kenakan.
Saya menendang, memukul, dan mencoba menjerit.
Ketika saya berhasil membuka mulut saya yang dibungkam, saya berteriak: ini hari pernikahan saya!
Saat itulah saya mendapat pukulan pertama.
Salah seorang pria itu menyuruh saya untuk "bekerja sama atau saya akan mati".
Laki-laki itu bergantian untuk memerkosa saya.
Saya yakin saya akan mati, tapi saya masih berjuang agar tetap hidup.
Ketika salah seorang pria melepas kain yang menyumpal mulut saya, saya langsung menggigit alat vitalnya.
Ia menjerit kesakitan, lalu salah satu dari mereka menusuk perut saya.
Kemudian mereka membuka pintu dan menendang saya keluar dari mobil yang tengah melaju.
Saya berada di tempat yang ratusan kilometer jaraknya dari rumah, di luar kota Nairobi.
Lebih dari enam jam berlalu sudah sejak saya diculik.
Seorang anak melihat saya dibuang di jalanan dan memanggil neneknya. Orang-orang datang berlarian.
Ketika polisi datang, mereka mencoba memeriksa nadi saya, namun tak ada seorang pun yang bisa mendengar detak jantung saya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/seorang-wanita-mabuk-dijadikan-objek-pelampiasan-seksual_20150915_132830.jpg)