Begini Keseruan Rumpakan, Tradisi Lebaran di Palembang

Setelah makan bersama warga aliwiyin ini melakukan silahturahmi ke rumah-rumah sanak saudara dan kerabat secara ramai-ramai

Editor: Hartati
TRIBUNSUMSEL.COM/Abriansyah Liberto
Warga makan bersama. Tradisi ini disebut rumpakan yang masih ada di Palembang hingga saat ini. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Abriansyah Liberto

PALEMBANG, TRIBUNSUMSEL.COM - Gema takbir mengiringi langkah warga Palembang untuk menuju mesjid terdekat. Diantaranya warga menggunakan perahu menuju mesjid Agung untuk menunaikan sholat pada hari raya Idul Fitri 1438 H, Minggu (25/6/2017). Ribuan warga yang tidak kebagian tempat di halaman masjid memadati shaf di jalan Merdeka, Jembatan Ampera saat sholat Idul Fitri di Mesjid Agung.

Keseruan melakukan sholat Idul Fitri banyak warga yang menyempatkan foto selfie bersama keluarga ada pula bersilahturahmi bersama kerabat dan sanak saudara atau sering disebut oleh warga keturunan arab aliwiyin rumpakan.

Rumpakan ini sendiri sudah lama dilakukan oleh warga kampung arab aliwiyin di Jalan Ali Ghatmir, Palembang.
Rumpakan ini diawali dengan makan bersama yang diwadahi di nampan besar dengan gulai telur bebek, sambal dan kari ayam.

Setelah makan bersama warga aliwiyin ini melakukan silahturahmi ke rumah-rumah sanak saudara dan kerabat secara ramai-ramai diiringi dengan marawis sambil melantunkan salawat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved