Pria Ini Kaget Bukan Main saat Bangun Pacarnya Berlumuran Darah, Ternyata Hal Ini Terjadi

pria ini dapati pacaranya dalam keadaan berdarah saat bangun tidur, ternyata kejadian sebenarnya

Viral4real

TRIBUNSUMSEL.COM-Ketika pada masa menstruasi mereka.

Wanita akan mengalami berbagai gejala fisik dan emosional yang tidak nyaman.

Seperti kram, sakit kepala, sakit punggung, peningkatan kemurungan, dan kembung dikaitkan dengan siklus haid mereka.

Gejala ini mungkin terjadi sebelum, selama, atau setelah periode tertentu.

Sayangnya untuk beberapa wanita, menstruasi mereka datang tidak teratur.

Berarti mereka tidak tahu kapan hari atau tanggal pasti akan tiba.

Sementara itu, bagi pria melihat kekasihnya mengalami masa menstruasi bukan tidak biasa.

Seperti dialami pria satu ini.

Pria ini terbangun menemukan celana pacarnya yang berlumuran darah.

Awalnya, dia mengira pacarnya telah melukai dirinya sendiri.

Tapi dia bilang dia sedang menstruasi dan dia kesakitan.

"Saya kesakitan," teriaknya.

Pacarnya pada awalnya tampak shock dan kemudian bertanya kepadanya.

"Apakah kamu melukai diri sendiri?"

"Apa ini, mengapa ada darah di seluruh tempat tidur?"

Pacarnya terus mengerang kesakitan saat mengangkat tangannya yang juga dipenuhi darah.

"Tunggu, santai, rileks, aku kesakitan sekarang," jawabnya.

Pacarnya itu mendekatinya dan mengulangi: "Mengapa ada begitu banyak darah?"

Gadis itu terus bergumam: "Saya pada masa menstruasi saya."

Yang mengejutkan, pria itu membeli makanan untuknya dan merawatnya.

Ketika dia mencoba membantunya berdiri.

Pacarnya tiba-tiba mendorongnya dan mengungkapkan bahwa itu hanya lelucon!

Pria malang.

Mengapa Wanita Saat Menstruasi Gampang Marah? Ini Penjelasannya

TRIBUNSUMSEL.COM - Para lelaki umumnya mengaku sulit memahami perempuan. Hal ini pada kenyataannya dihubungkan dengan perubahan mood perempuan selama siklus reproduksinya.

Para ahli menjelaskan bahwa perubahan suasana hati ini disebabkan karena selama siklus reproduksi yang berlangsung tanpa henti, terjadi fluktuasi kadar hormon di dalam tubuh perempuan. Padahal, seluruh sistem tubuh akan berfungsi normal jika kadar hormon seimbang.

Agar mengenali kondisi tersebut, dan dapat mengatasi dampak ketidakstabilan kadar hormon pada perubahan mood, perhatikan penjelasan sesuai fase siklus reproduksi ini.

Perubahan mood sering menjadi ciri utama Premenstrual Syndrome (PMS). PMS adalah gejala-gejala akibat perubahan hormon menjelang masa menstruasi. Umumnya periode ini terjadi 10 hari sebelum masa datang bulan, saat kadar hormon estrogen dan progesteron berubah drastis.

Sejak masa awal pubertas, ovarium wanita mulai melepaskan hormon estrogen. Dalam satu siklus menstruasi, estrogen terus dilepaskan hingga mencapai puncaknya saat terjadi pelepasan sel telur atau ovulasi. Setelah itu kadar estrogen menurun drastis sebelum akhirnya pelan-pelan meningkat lagi.

PMS sering diidentikkan dengan depresi, kecemasan, perasaan yang sensitif, melankolis, atau bahkan kemarahan dan membenci diri sendiri.

Wanita yang sedang mengalami PMS cenderung mempersepsikan segala hal atau komentar dari sudut pandang negatif, meski fakta nyatanya tidak demikian.

Selain suasana hati yang terpengaruh perubahan kadar hormon, gejala PMS lain adalah diare, payudara terasa nyeri, dan kram.

Kadar normal estrogen pada seorang wanita dan wanita lain berbeda. Beberapa peneliti percaya bahwa sebagian wanita lebih sensitif terhadap perubahan kadar estrogen di masa menstruasi daripada sebagian wanita lain.

Kelompok wanita inilah yang paling rentan mengalami naik turunnya mood saat haid. Peran estrogen secara umum adalah:

1. Memengaruhi produksi dan efek endorfin, yaitu unsur di otak yang mendatangkan rasa nyaman dan kesenangan.
2. Meningkatkan kadar serotonin yang berperan dalam regulasi nafsu makan, mood, dan pola tidur.
3. Melindungi saraf dari kerusakan serta menstimulasi pertumbuhan saraf.

Selain memengaruhi mood, fluktuasi hormon juga dapat memengaruhi berat badan, nafsu makan, dan hasrat untuk berhubungan seksual.

Berada dalam kondisi stres, cemas, depresi, atau sedang diet adalah beberapa faktor yang dapat memengaruhi fluktuasi hormon estrogen.

Menjaga Mood Tetap Stabil

Perubahan mood saat menstruasi bukan tidak dapat dicegah. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga agar mood cenderung tetap stabil di masa menstruasi.

Berusahalah bergerak aktif tiap hari dan berolahraga teratur, terutama di masa menjelang menstruasi.

1. Konsumsi banyak air mineral.
2. Isi perut dengan camilan sehat di sela jadwal makan utama.
3. Hindari makanan dan minuman berkafein.
4. Hindari rokok dan minuman keras.
5. Konsumsi susu rendah lemak atau jus jeruk menjelang masa menstruasi untuk mencukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D yang dapat mencegah PMS.
7. Bagi sebagian wanita, mengonsumsi pil KB dapat menstabilkan hormon dan mengurangi risiko PMS.
8. Di masa sebelum dan saat menstruasi, sebisa mungkin batasi diri dari perdebatan yang tidak perlu, terutama dalam hal keuangan atau hubungan personal.

Dengan menjaga tubuh tetap prima, terutama menjelang masa menstruasi, naik turunnya mood dapat dikurangi seminimal mungkin.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved