Pasca Bom Jakarta, Bandara Silampari Perketat Pengamanan.

Penjagaan dan pengawasan barang-barang bawaan penumpang di Bandara Silampari akan ‎diperketat.

Penulis: Eko Hepronis |
TRIBUNSUMSEL.COM/Melisa Wulandari
Kepala Satuan Bandara Silampari Rudi Pitoyo saat dibincangi Tribunsumsel.Com beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Penjagaan dan pengawasan barang-barang bawaan penumpang di Bandara Silampari akan ‎diperketat.

Terkait adanya  Insiden ledakan bom yang diduga merupakan aksi bom bunuh diri di terminal Kampung Melayu Jakarta Timur, pada Selasa (24/05) kemarin selepas magrib yang menewaskan dan melukai beberapa orang.

‎Hal itu dilakukan setelah pihak bandara mendapat instruksi langsung dari pusat .

"Saat ini perhatian utama kita lebih kepada barang bawaan penumpang. Setiap barang yang dibawa kita lakukan pemeriksaan dengan cara lebih teliti lagi," ungkap Kepala Satuan Bandara Silampari, Rudi Pitoyo ‎pada Tribunsumsel.Com, Kamis (25/5/2017).

‎Selain pengawasan penumpang dan barang bawaan. Pihak bandara juga sudah menambah personil pengamanan gabungan sebanyak  30 orang yang terdiri dari petugas bandara,  Polisi, TNI‎, dan security bandara sendiri.

"Termasuk juga kita mengoptimalkan 16 unit CCTV ‎yang terpasang dibeberapa area kantor dan sudut-sudut Bandara," sebutnya.

Sebagai antisipasi keamanan sedini mungkin, kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga juga sudah memerintahkan personilnya untuk memperketat penjagaan dan pengamanan sejumlah ‎titik-titik yang di anggap rawan seperti Masjid, Gereja dan Bandara Udara (Bandara)‎. 

Alasan mengapa  bandara masuk dalam salah satu fokus pengamanan yang dilakukan.

Sebab kata Hajat, bandara masuk dalam satu objek vital yang selalu rawan terjadinya tindak kejahatan.

 "Apalagi sekarang  bertepatan dengan kenaikan Isa Almasih jadi objek vital yang diamankan adalah gereja,  objek perkantoran ‎Polri, Bandara, dan Masjid.  Jadi ada tiga objek pengamanan yang diamankan," katanya.

Namun, Hajat meminta dukungan ‎dari semua pihak termasuk masyarakat kota Lubuklinggau, karena Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada dukungan dan bantuan dari masyarakat.

Tujuannya tak lain adalah mewujudkan kota Lubuklinggau yang aman dan nyaman.

‎Sementara Kapolres Musi Rawas, AKBP Pambudi  melalui pesan Whatsaapnya sudah memerintahkan jajarannya,

dengan dikendalikan masing-masing Perwira untuk menyikapi kasus bom di kampung melayu Jakarta timur dengan cara meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan utamanya dengan melakukan penjagaan Mapolres & Polsek.

"Lakukan pemeriksaan terhadap tamu disertai pengecekan terhadap kendaraan bermotor  yang akan masuk kantor Mapolres Mura, Lakukan One Gate System dengan keluar masuknya  kendaraan melalui, satu pintu serta menggunakan penghalang dalam memudahkan proses pemeriksaan tamu dan mewajibkan agar tamu meninggalkan identitasnya."ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved