Empat Kali Maju Pilkada Bukan Karena Ambisi

Dirinya sendiri menghimbau kalangan birokrat untuk melaksanakan tugasnya seauai uu Pilkada, untuk tidak ikut berpolitik praktis dan harus profesional

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Hartati
Istimewa
Sarimuda 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Balon Walikota Palembang Sarimuda mengakui, keinginan dirinya maju kembali untuk ke empat kali pada pesta demokrasi di Palembang, bukan semata- mata ambisi dia.

Melainkan, kalangan masyarakat Palembang dari berbagai profesi yang menginginkannya untuk maju kembali.

"Melihat kondisi saat ini, masyarakat Palembang menginginkan figur baru, dan saya dinilai paling tepat. Karena mereka menggap bisa meneruskan apa yang dilakukan Wakikota Palembang sebelumnya ESP. Dengan pengalaman birokrat, disiplin ilmu, PU, Dishub dan buah karya yang dihasilkan maka diperlukan sosok seperti Sarimuda. Jadi, kalau rakyat menginginkan maka kita akan siap," urainya.

Disinggung soal dirinya akan merangkul Lury, Sarimuda mengaku soal itu masih jauh dan ia belum menentukan.

Namun, dirinya tidak menutup kemungkinan jika nantinya maju bersama adik Bupati Muba terpilih Dodi Reza tersebut.

"Semua bisa terjadi dan saya akan konsultasi dengan minta izin maupun saran pendapat dengan mantan pimpinan saya dulu, yaitu pak Alex. Untuk minta restu dan petunjuk, karena dia juga gubernur Sumsel," tandasnya.

Dilanjutkan Sarimuda, dirinya tetap akan maju melalui jalur Parpol, meskipun peluang dari jalur independen atau perorangan terbuka lebar, dengan dukungan organisasi sosial Fakem yang dimiliki, sekitar 300 ribu anggota yang tersebar di Palembang.

Mengenai partai politik apa yang sudah merapat atau menyatakan dukungannya kepadanya, ia belum bisa menyampaikannya ke publik.

Namun, saat ini sudah ada komunokasi dan rata- rata ingin menang serta melakukan survey terlebih dahulu.

"Meski ada anggapan (partai akan menjegal dirinya) Kita tetap positif thingking, dan partai besar tentunya akan mengajukan calon berpeluang dan memenangkan Pilkada. Apalagi berkaitan dengan pilkada serentak. Partai dalam hal ini kalau borong parta saya rasa tidak akan terjadi di Palembang," tuturnya.

Dirinya sendiri menghimbau kalangan birokrat untuk melaksanakan tugasnya seauai uu Pilkada, untuk tidak ikut berpolitik praktis dan harus tetap profesional.

"Jangan berpolitik praktis dengan mengancam ketua RT. Selain terancam administrasi bisa pidana juga," pungkasnya.
.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved