Sering Bermain TTS Bisa Mencegah Kepikunan
Ditambahkannya, walaupun banyak obat-obatan yang dinilai bisa mengobati dimensia, pengaruh obat hanya sementara.
Laporan Wartawan TribunSumsel.Com,Mochamad Krisnariansyah
TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG – Makin bertambahnya usia membuat kondisi tubuh seseorang juga mengalami penurunan, terutama dalam hal berfikir.
Kebanyakan orang berusia lanjut memiliki masalah pada penurunan daya fikir atau pikun yang dikenal dengan dimensia.
Kendati merupakan salah satu penyakit degenerative pada orang usia lanjut, penyakit dimensia tetap bisa dicegah dengan terus melatih fikiran melalui beragam aktivitas.
Salah satunya dengan mengisi teka-teki silang (TTS) yang dinilai bisa jadi terapi untuk pencegahan kepikunan.
“ Selain selalu melatih untuk daya ingat , pencegahan bisa dilakukan dengan mengkonsumsi makanan sehat dengan nutrisi cukup, serta menjaga kesehatan melalui aktivitas olahraga. Tak terkecuali melakukan pemeriksaan kesehatan rutin guna memastikannya,” jelas Dr andreas gunawan widjaja saat memberikan materi mengenai pencegahan kepikunan diusia tua dalam acara healty talk yang diadakan RS Siloam Sriwijaya, Jumat (7/4/2017).
Lebih jauh Dr Andreas mengatakan, dimenasia terjadi karena ada gangguan pada fungsi pengingatnya ataupun diakibatkan faktor vaskuler misalnya pengaruh penyakit lain yakni diabetes, hipertensi ataupun kegemukan.
Oleh karena itu, pada dasarnya, penanganan dimensia harus dilakukan secara menyuluruh melalui pemeriksan holistik.
“ Umumnya, berupa gangguan memori, kebiasanya lebih cenderung melupakan kejadian yang baru terjadi tapi mengingat hal yang lampau. Serta adanya gangguan berbicara dan pengenalan benda-benda disekitarnya,” tuturnya.
Ditambahkannya, walaupun banyak obat-obatan yang dinilai bisa mengobati dimensia, pengaruh obat hanya sementara.
Pasalnya, pengobatan yang dinilai cocok hanya melalui terapi guna meningkatkan daya ingatnya.
“ Di sini peran keluarga untuk terus mensupport anggota keluarganya. jangan sampai punya keluarga pikun malah ditinggalkan, bantulah melakukan aktivitas sehingga bisa melatih fungsi orang pengingatnya secara bertahap. Sebab jika dibiarkan komplikasi dimenasia bisa sangat berbahaya,” jelasnya.
Tak hanya kalangan orang lanjut usia, beberapa kasus dimensia juga kerap ditemukan pada usia muda.
Pengaruh dari gaya hidup yang kurang baik, misal banyak minum alkohol hingga merokok serta pemenuhan kebutuhan gizi yang tidak cocok membuat resiko kepikunan bisa lebih awal terjadi.
“ Berdasarkan penelitian, di Palembang sendiri angka kejadian akan dimensia usia muda sekitar 1 sampai 2 persen. Penyebab utamanya lebih kepada gaya hidup yang tidak tepat , namum ini butuh kajian lebih dalam dengan melihat multidisplin ilmu yang ada untuk menentukan penyebab utamanya,”pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/teka-teki-silang_20170407_135034.jpg)