Inilah Wajah Hafiz dan Hafizah Andalan Polda Sumsel yang Siap Go Nasional
Mereka mengaku, sama sekali tidak mengeluarkan uang sepeser pun akan tetapi mengandalkan kemampuan mereka sebagai hafiz dan hafizah.
Penulis: M. Ardiansyah |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seiring panasnya suasana pemeriksaan terhadap pamen Polda Sumsel yang dilakukan Propam Mabes Polri, Biro SDM Polda Sumsel tetap menyakinkan masyarakat bila penerimaan anggota Polri gratis tanpa dipungut biaya. Pemeriksaan yang dilakukan ini, bertujuan untuk bersih-bersih di internal Polda Sumsel sehingga penerimaan anggota Polri tahun ini bisa clean and clear.
Disisi lain, Biro SDM Polda Sumsel menunjukan bila calon yang mendaftar bisa mendapatkan prioritas bila memiliki kemampuan lebih dari peserta lainnya. Seperti, hafiz dan hafizah yang menjadi andalan Polda Sumsel ini. Mereka, selalu menjadi tolak ukur bila penerimaan anggota Polri memang benar-benar murni dan bisa mendapatkan prioritas bila memiliki kemampuan.
Tribun Sumsel mendapat kesempatan untuk mewawancarai keenam hafiz dan hafizah andalan Polda Sumsel, sebelum mereka berangkat ke Jakarta untuk mengisi acara Hasfiz Indonesia di salah satu televisi swasta nasional selama tiga hari.
Lima polisi laki-laki dan satu polwan ketika ditanya mengenai proses penerimaan saat mereka mendaftar menjadi anggota Polri, Allah memberikan jalan yang sangat dimuluskan setiap kali mengikuti proses rekrutmen.
Mereka mengaku, sama sekali tidak mengeluarkan uang sepeser pun akan tetapi mengandalkan kemampuan mereka sebagai hafiz dan hafizah yang selama ini dilakukan. Dengan kemampuan yang dimiliki seperti hafiz serta mempersiapkan mental dan fisik pastinya bisa lancar mengikuti proses rekrutmen.
Namun, setelah berhasil menghafal, memang menurut mereka menjaga hafalan lebih sulit ketimbang untuk menghafal. Karena, bila tidak diamalkan dan terus diulang, maka halafan yang sudah ada akan lupa dan lama-lama bisa hilang.
Seperti ungkapan dari Bripda M Arief Rafli yang sudah menghafal Al-Quran sebanyak 20 juz. Meski menghafal Al-Quran terbilang sulit, akan tetapi dibalik kesulitan itu akan terbayar dengan kemudahan yang diberikan Allah setiap langkah yang akan dilakukan.
"Sekarang masih terus mengulang dan ingin meningkatkan hafalan. Biasanya, lebih mudah menghafal Al-Quran sebelum subuh sampai setelah subuh dan menjelang matahari. Target satu lembar setiap harinya dan selalu diulang. Dengan menghafal Al-Quran, saya bersyukur bisa menjadi anggota Polri tanpa biaya dengan kelebihan yang diberikan Allah," ungkapnya, Rabu (5/4/2017)
Tak jauh berbeda juga diungkapkan Bripda Zamzam yang sudah berhasil menghafal Al-Quran sebanyak 30 juz. Metode menghafal yang digunakan selalu dilakukan setelah salat Zuhur dan Ashar. Dengan metode mengulangi hafalan, lambat laun bisa hafal.
"Dengan menghafal Al-Quran, Allah selalu memberikan kemudahkan setiap pekerjaan. Terlebih, ketika memndaftar menjadi anggota Polri. Allah memudahkan itu dan sekarang bisa menjadi anggota Polri. Sulitnya, menjaga hafalan ketimbang menghafal. Makanya selalu harus diulang biar tidak lupa dan lama-lama hilang," ujarnya.
Begitu pula dengan Bripda Welly Kaswara yang sudah menghafal Al-Quran sebanyak 10 Juz. Setiap bangun tidur dan sesudah salat Subuh, karena masih segar dirinya selalu mengulangi hafalannya dan terus ingin menambah hafalan Al-Quran.
"Memang sekarang sedikit kesulitan membagi waktu antara penghafal dan pekerjaan. Tetapi, Allah selalu memberi jalan untuk bisa menghafal Al-Quran. Selain itu, Allah juga memberikan kemudahan untuk meminta sesuatu seperti menjadi dimasukan polisi. Yakin dengan kemampuan, kunci bisa menghafal dan Allah menjanjikan kemudahan bagi yang menghafal Al-Quran," jelasnya.
Sedangkan Bripda Rizka M yang juga telah menghafal Al-Quran sebanyak 20 juz mengaku selama ini terus berupaya untuk menambah hafalannya hingga 30 juz. Akan tetapi, harus dapat membagi waktu antara pekerjaan dan menghafal.
"Saya ingin jaga amanah dan tetap istiqomah dengan berkat yang diberikan bisa menghafal Al-Quran. Saya masuk polisi juga dari jalur prestasi tanpa mengeluarkan uang. Semuanya harus mengandalkan kemampuan yang dimiliki dan itu banyak bidangnya, tetapi saya memilih untuk menghafal Al-Quran," ujarnya.
Bripda M Galih Prima yang sudah menghafal Al-Quran sebanyak 10 juz menuturkan, sejak SMA dirinya sudah berniat untuk menghafal Al-Quran. Setelah pulang sekolah, sampai magrib, dirinya selalu berupaya menghafal Al-Quran. Meski, mendapat kesulitan, akan tetapi tidak berarti karena niat yang sudah ditanamkan dalam hati.
"Banyak kemudahan yang diberikan Allah karena menghafal Al-Quran. Ketika tamat SMA banyak orang sulit untuk mencari pekerja, tetapi dengan kelebihan yang diberikan Allah, bisa dengan lancar masuk anggota Polri dari jalur prestasi," ungkapnya.
Bripda M Husein yang sudah menghafal 30 juz mengaku, segala sesuatu yang diminta kepada Allah sangat dimudahkan. Itu karena menghafal Al-Quran, begitu pula untuk masalah pekerjaan. Akan tetapi, yang menjadi beban bila sudah menghafal harus bisa menjaganya untuk terus hafal.
"Susahnya itu menjaga, terus mengulang agar tidak lupa. Yakinlah, bersama Al-Qur'an hidup tidak akan susah. Semuanya dimudahkan Allah," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/hafiz-dan-hafizah-andalan-polda-sumsel_20170405_204951.jpg)