Prioritaskan Kader Partai Jadi Anggota DPRD
Apakah dengan begitu tertutup peluang bagi non kader (orang luar/ eksternal) untuk nyaleg melalui Golkar, tidak juga demikian kata Aprili.
TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Meski pelaksanaan pemilihan legeslatif masih lama, beberapa partai politik (Parpol) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) sudah mulai ancang-ancang membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin nyalon sebagai anggota DPRD (nyaleg) pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang.
Namun berbeda dengan Partai Golkar di Kabupaten OKU, hingga saat ini belum membuka pendaftaran untuk caleg, yang hendak mendaftar dari Partai Golkar.
Sekretaris DPD Golkar OKU Aprili Mauludin, Golkar akan memprioritaskan kader terlebih dahulu.
"Kader kita sudah jelas. Artinya kuota untuk caleg dari partai Golkar, sudah terpenuhi oleh Kader yang ada saat ini," ujar Aprili saat dibincangi Tribun Sumsel, Jumat (31/3/2017).
Kader disini, sedikit dijelaskan Aprili, adalah orang-orang yang masuk di struktur kepengurusan partai Golkar, mulai dari DPD, kecamatan dan desa.
Baik sebagai pengurus maupun anggota.
"Di luar itu, merupakan kalangan eksternal," imbuhnya.
Apakah dengan begitu tertutup peluang bagi non kader (orang luar/ eksternal) untuk nyaleg melalui Golkar, tidak juga demikian kata Aprili.
"Untuk peluang orang luar (eksternal), kita lihat komposisi per Dapil dulu. Apabila sudah terpenuhi kader, Golkar tidak perlu membuka pendaftaran. Namun, kalau ada Dapil yang kuotanya masih kosong, baru kita buka peluang eksternal," katanya.
Yang jelas sambung Aprili, pada saatnya nanti (jelang Pileg,red) biasanya akan ada Juklak khusus terkait penjaringan legislatif.
Disitu nanti ada aturan terkait caleg diluar kader partai yang ingin mencalonkan diri di partai Golkar pada Pileg, dengan beberapa kriteria.
Diantaranya, loyal pada partai Golkar, kalau seandainya jadi. Lalu mau membesarkan partai Golkar.
Dan yang jelas, orang yang bersangkutan memiliki konstituen.