Breaking News:

Ini Manfaat Perusahaan Kalau Ikut PROPER Terhadap Lingkungan Hidup

Sanksi bagi perusahaan yang mendapatkan rapor merah akan diberikan teguran, peringatan sehingga nantinya akan dievaluasi.

Penulis: Weni Wahyuny | Editor: Hartati
tribunsumsel.com/Weni Wahyuny
Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel Edward Chandra 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan melakukan sosialisasi kegiatan pengawasan penataan izin lingkungan, pengelolaan limbah B3, pengelolaan kualitas air dan udara skala nasional melalui Program Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) tahun anggaran 2017 di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, Kamis (30/3/2017).

Kadis Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel Edward Chandra mengatakan kegiatan ini digelar setiap tahun dan tahun ini akan melaksanakan kegiatan PROPER untuk 118 perusahaan yang akan dilakukan penilaian.

Ia menjelaskan 118 perusahaan teraebut, 38 perusahaan akan diawasi langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel dengan APBD Sumsel sementara 80 perusahaan akan diawasi langsing oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK).

"Kita berikan sosialisasi untuk berikan pemahaman supaya mentatati ketentuan-ketentuan yang terkandung dalam lingkungan, maupun pengelolahan limbah, B3 sehingga mereka bisa memenuhi persyaratan," kata Edward usai pembukaan kegiatan.

Edward menginformasikan pada pelaksanaan PROPER 2015-2016 di Sumsel, dari 129 peserta yang dinilai kinerjanya 3 perusahaan mendapatkan peringkat emas, 17 perusahaan mendapatkan peringkat hijau, 84 perusahaan peringkat biru dan 25 perusahaan peringkat merah.

"Khusus bagi perusahaan yang mendapatkan peringkat merah, diminta untuk berbenah," pintanya.

"Kegiatan ini agar nanti ada peningkatan jangan banyak yang merah, bisa yang merah naik kelas. Kalau dia sudah hijau atau emas selain dia sudah taat pada lingkungan, perusahaan itu juga dinilai kontribusinya dan peduli lingkungan. Kalau biru, standar sudah cukup standar," timpalnya.

118 perusahaan tersebut banyak bergerak dibidang pertambangan, perkebunannya, energi termasuk hotel dan rumah sakit.

Edward mengatakan biasanya perusahaan melakukan pelanggaran adalah terkait limbah yang kurang standar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved