Bau Busuknya Tidak Menyurutkan Peserta Ikuti Lomba, Peringati Hari Air Sedunia
Selain air sungai yang berwarna hitam pekat, bau tak sedap dari genangan air tersebutpun menguap hingga menusuk ke hidung.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Memperingati hari air sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret yang lalu.
Sumber Daya Alam (SDA) Watch bekerja sama dengan Pemerintah kota (Pemkot) Palembang mengadakan lomba perahu.
Untuk startnya perlombaan ini dilakukan di anak sungai Sekanak yang berada di kawasan Jalan Kapten A Rivai.
Tepatnya di samping kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Sumsel.
Namun tak seperti biasa dan sedikit menarik. Perlombaan kali ini bukan dilakukan menggunakan perahu sebagaimana mestinya.
Satu tim yang terdiri dari tiga orang ini hanya dibekali tiga buah ban dalam yang diikat menjadi satu.
Ban inilah yang nantinya akan digunakan peserta untuk membawa mereka ke garis finis sejauh 1,5 kilometer (KM) tepatnya di kawasan 26 Ilir.
Pagi hari, puluhan peserta yang terdiri berbagai kalangan ini telah berkumpul di kawasan anak sungai Sekanak tersebut.
Meski memang tak telihat lagi sampah yang menggenai sungai tersebut, namun tampak jelas air sungai itu masih sangat kotor.
Selain air sungai yang berwarna hitam pekat, bau tak sedap dari genangan air tersebutpun menguap hingga menusuk ke hidung.
Meski kenyataannya demikian, namun para peserta tetap semangat mendayung ban dengan tangannya hingga akhirnya mencapai garis finish.
Satu persatu para peserta dilepas langsung oleh Walikota Palembang, Harnojoyo bersama panitia.
Para peserta yang memiliki waktu tercepat yang mencapai garis finishlah dinyatakan sebagai pemenang.
"Ayo semangat, tapi baunya inilah lho yang tidak tahan," ujar tiga orang ibu-ibu yang tergabung dalam satu tim.
Dalam perlombaan ini, keluar sebagai juara pertama Wapala SMK 3, juara kedua Dewanyara Universitas Taman Siswa, dan juara ketiga KPA Dewantara.