Ini Kisah Nyata Dongeng Beauty and The Beast, Akhirnya Ternyata Tak Bahagia
Kisah ini berdasarkan pada sebuah kisah cinta yang sebenarnya - salah satu yang membuktikan kecantikan hanya kulit luarnya saja.
Penulis: Kharisma Tri Saputra | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM - Kisah abadi Disney Beauty and the Beast telah diceritakan kembali.
Terima kasih kepada Emma Watson, Dan Stevens, dan tentu saja untuk semua kru film.
Tapi, apakah Anda tahu bahwa cerita ajaib ini bukan hanya isapan jempol dari imajinasi seorang pendongeng?
Kisah ini berdasarkan pada sebuah kisah cinta yang sebenarnya - salah satu yang membuktikan kecantikan hanya kulit luarnya saja.
Dilansir elitereaders, kenalkan Pedro Gonzales. Lahir di Tenerife, Spanyol pada tahun 1537, dia tidak tumbuh menjadi anak dengan penampilan normal.
Pada seluruh tubuhnya tumbuh rambut tebal.
Membuat dia dijuluki sebagai "Wildman," makhluk dari mitologi abad pertengahan Eropa digambarkan sebagai 'setengah manusia dan setengah binatang.'
Wildman ini diyakini berubah menjadi makhluk ganas saat malam tiba.
Mereka kadang-kadang bahkan memakan anak hidup-sidup.
Cerita Pedro dimulai pada malam penobatan Raja Henry II di Prancis selama abad pertengahan ke-16.
Ia diperkenalkan sebagai hadiah untuk raja - dalam sebuah sangkar di pembuangan kerajaan.
Kehadirannya menyebabkan kegairahan di antara semua orang yang hadir.
Dan ia kemudian disimpan di ruang bawah tanah benteng untuk observasi.
Sementara di penjara bawah tanah, dokter dan akademisi memeriksa Pedro dan mereka menemukan bahwa ia bukanlah manusia liar.
Pada kenyataannya, dia hanyalah seorang bocah berusia 10 tahun yang normal dengan terlalu banyak rambut di tubuhnya - suatu kondisi yang dikenal kepada kita hari ini sebagai hipertrikosis bawaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/film-beauty-and-the-best_20170317_121037.jpg)