Cap Go Meh Palembang
Pedagang Merasa Perayaan Cap Go Meh Tahun ini Sepi
Pantauan Tribun Sumsel, Kamis (9/2) malam suasana perayaan Cap Go Meh diwarnai hujan turun.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Perayaan puncak Cap Go Meh di pulau Kemaro berlangsung meriah.
Namun begitu, perayaan kali ini terlihat tampak sepi dari tahun sebelumnya.
Pantauan Tribun Sumsel, Kamis (9/2) malam suasana perayaan Cap Go Meh diwarnai hujan turun.
Meskipun demikian ribuan pengunjung tetap memadati tempat tersebut.
Antrean kemacetan kendaraan sangat panjang.
Padatnya lalulintas sudah tersaji mulai simpang Pusri hingga intirup.
Beberapa titik, kendaraan saling serobot.
Polisi lalulintas juga dikerahkan untuk mengatur kendaraan yang sangat padat.
Para warga ketutunan etnis Tionghoa memadati pulau Kemaro.
Mereka yang datang melaksanakan sembahyang di klenteng Seriwijaya Palembang.
Lalu lalang warga keturunan Tionghoa memanjatkan doa di tempat itu.
Gaharu yang dibakar demikian juga uang kertas.
Sementara berbagai hiburan disajikan dalam perayaan puncak Imlek pada malam Cap Go Meh.
Mulai dari pertunjukan wayang orang hingga kesenian etnis Tionghoa lainnya.
Stand-stand yang menyajikan masakan khas Tionghoa, hasil kerajinan dan lain sebagainya.
Diakui beberapa pedagang perayaan tahun ini terlihat sepi.
Banyak titik yang lengang, padahal perayaan sebelumnya hanya untuk berjalan saja sangat susah.
"Dulu, mau jalan saja harus miringkan padang. Sekarang lihatlah, sepi nian," ungkap Salim, pengunjung pulau Kemaro malam itu.
Sepinya pengunjung juga dirasakan seorang pedagang bunga karangan.
Warga desa Lubuk Sakti kabupatrn Indralaya ini mengaku baru mendapatkan tiga ragus ribu rupiah dari menjual bunga tersebut.
Padahal bila dibanding tahun lalu, ia mampu meraup keuntungan hingga Rp 1,5 juta.
"Ngeluh galo pedagang kembang. Sampai malam ini baru dapat semakitu, tahun lalu la banyak. Memang sepi pengunjungnyo. Entah ngapo," katanya. (And)