Klik Tribun
Lihat Dulu Tujuan Sertifikasi Khatib
Meski demikian, Romli mengakui, jika memang ada sebagian penceramah yang isi ceramahnya menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menanggapi wacana Kementerian Agama untuk melakukan sertifikasi khatib ditanggai oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel, Prof Romli, Rabu (1/2/2017)
Ia menerangkan, jika sertifikasi khatib ini dilakukan untuk untuk memberikan standar bagi penceramah, menurutnya itu tidak terlalu dipermasalahkan.
Namun, jika sertifikasi ini bertujuan untuk melakukan penyeleksian serta membatasi jumlah penceramah, serta menimbulkan intimidasi bagi seorang penceramah tentu hal tersebut tidak patut dilakukan.
"Jadi kita itu mau tahu dulu, tujuan sertifikasi ini apa," ujarnya.
Menurutnya, seseorang yang telah menjadi penceramah, bukanlah orang yang sembarangan.
Pasalnya, apa yang diucapkan oleh para penceramahan ini sesuai dengan dengan Al Quran, yang memang sudah mereka pelajari.
"Jadi mereka ini sudah ada ilmu, jika memang sertifikasinya tentang standar ilmu keagamaan ya silahkan, jangan yang lain," tegasnya.
Meski demikian, Romli mengakui, jika memang ada sebagian penceramah yang isi ceramahnya menimbulkan keresahan bagi masyarakat.
Hanya saja, Romli menegaskan, tidak bisa memukul rata semua penceramah.
"Memang ada yang demikin, tapi jangan dipukul rata. Jadi memang jadi penceramah tidak bisa sembarangan," ungkapnya.