Smartphone Mutakhir Karya Anak Bangsa Dibandrol "Gratis" Ini Syarat Memilikinya

Ponsel tersebut merupakan kelas entry level, dengan spesifikasi rendah yang antara lain terdiri dari prosesor quad-core 1,5 GHz dan RAM 1 GB.

Editor: M. Syah Beni
Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com
Ponsel Digicoop yang sudah selesai diperiksa kualitasnya akan dimasukkan ke dalam kemasan dan disegel. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) ternyata menyiapkan tiga konsep smartphone Digicoop sekaligus.

Salah satunya adalah ponsel kencang yang bakal dirancang memiliki RAM 6 GB.

Saat ini, Digicoop merupakan ponsel yang diberikan gratis kepada orang yang mendaftar sebagai anggota KDIM.

Ponsel tersebut merupakan kelas entry level, dengan spesifikasi rendah yang antara lain terdiri dari prosesor quad-core 1,5 GHz dan RAM 1 GB.

Namun, ponsel Digicoop ternyata bukan cuma satu jenis itu saja.

Menurut Ketua Bidang Perangkat Digital KDIM, Teguh Prasetya, saat ini koperasi bersama sejumlah pihak sedang bekerja sama untuk membuat model baru yang lebih canggih.

“Nanti rencananya akan ada dua model lagi, yang lebih canggih dan punya spesifikasi lebih tinggi,” ujar Teguh saat bincang dengan sejumlah media, usai Peresmian Produksi Perdana Digicoop di Cikarang, Bekasi, Jumat (20/1/2017).

“Ponsel ini nantinya bakal punya prosesor octa-core, seperti ponsel mutakhir masa kini. RAM juga diperbesar, edisi menengah nanti pakai RAM 3 GB, sedangkan yang lebih mutakhir pakai RAM 6 GB,” imbuhnya.

Syarat "gratis" berbeda

Sebagaimana ponsel Digicoop kelas entry-level yang sudah lebih dulu meluncur, ponsel versi mutakhir tersebut juga akan dibagikan gratis pada anggota KDIM. Tapi tentu saja dengan syarat berbeda.

Saat ini, KDIM mensyaratkan anggota untuk menyetor iuran pokok Rp 100.000 plus iuran wajib Rp 100.000 per bulan atau Rp 1,2 juta per tahun.

Kedua jenis iuran itu dibayarkan langsung dimuka, lalu anggota akan mendapatkan sejumlah manfaat seperti pembagian sisa hasil usaha koperasi, mendapat ponsel Digicoop kelas pemula dan lainnya.

Sedangkan untuk ponsel Digicoop yang lebih canggih, syarat iuran tersebut akan dibuat lebih mahal.

“Kalau nanti ingin ponsel tingkat menengah, iurannya pakai skema pembayaran untuk dua tahun. Kalau ingin yang tingkat atas, pakai skema pembayaran untuk tiga tahun,” tutur Teguh.

Sayangnya, dia belum bisa mengungkap kapan waktu perilisan Digicoop versi mutakhir tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved