Penipu Pakai Modus Arahkan Korban ke ATM Ditangkap Polisi

Dari pemeriksaan dan koordinasi, tersangka ini juga pernah masuk penjara selama delapan bulan lantaran kasus yang sama.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Hartati
TRIBUNSUMSEL.COM/M.ARDIANSYAH
Kapolsek Sukarami Kompol Ahmad Akbar didampingi Kanit Reskrim Iptu Marwan menunjukan barang bukti dan tersangka saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang, Selasa (17/1/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Satu pelaku komplotan spesialias penipuan menggunakan telepon selular, diungkap Polsek Sukarami Palembang.

Andra alias Emman (30) ditangkap di Pare-pare Sulsel setelah dipancing dan dilakukan pelacakan.

Pelakunya berasal dari Pare-pare Sulawesi Selatan dan mempunyai jaringan di Jakarta.

Komplotan ini mengincar calon korbannya dengan mencari nomor selular di internet.

Nomor ponsel yang diperoleh, langsung dihubunginya.

"Saya pakai modus mau merental mobil beberapa hari di Palembang, nanti uangnya langsung ditransfer. Makanya korban percaya, jadi saya berpura-pura mentransfer uang," ujarnya saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang, Selasa (17/1/2017).

Ketika dihubungi, setelah cocok dengan jumlah tarif yang ditetapkan, Andra berpura-pura mendatangi ATM untuk mentransfer uang yang telah disepakati.

Namun ternyata, ia tetap berada di persembunyiannya dan bukan ke ATM.

Korban yang menunggu, kembali diteleponnya dan mengatakan bila uang yang ditransfernya sudah masuk ke rekening.

Korban yang belum merasa menerima transfer terpancing untuk menghubunginya kembali.

Saat itulah, korban digiring ke ATM seolah-olah untuk memantau uang yang ditransfernya.

"Saya bilang sama korban, uang yang ditransfer tidak masuk-masuk. Jadi saya arahkan korban untuk masukan kartu ATM dan ikuti petunjuk saya. Saat itulah, korban mengikuti petunjuk saya dan akhirnya korbanlah yang menstransfer uang ke rekening yang saya sebutkan," jelasnya.

Uang yang telah di transfer korban dikirim ke rekening salah satu pelaku yang berada di Jakarta.

Pelaku yang ada di Jakarta inilah yang langsung menarik uang transferan korbannya dan memutus jaringan rekening agar tidak mudah terlacak.

Nantinya, komplotan di Jakarta akan memberikan sejumlah uang kepadanya dari hasil melakukan penipuan.

Setidaknya, dalam sehari tiga orang yang ditelepon dan diarahkan untuk ke ATM agar menstranfer sejumlah uang.

Akan tetapi, tidak semua calon korbannya berhasil di tipu lantaran sadar ketika akan diarahkan untuk mengikuti instruksi yang disampaikannya.

"Saya belajar ini selama tiga bulan sama teman di Jakarta. Jadi, kami kembali ke tempat asal masing-masing, nanti teman lain yang mengarahkan uang hasil penipuan," pungkasnya.

Kapolsek Sukarami Kompol Ahmad Akbar didampingi Kanit Reskrim Iptu Marwan menuturkan, tersangka ditangkap setelah dilakukan penyelidikan dan adanya laporan korban yang tertipu dengan modus hendaka merental mobil.

Setelah dilakukan penyelidikan dan dilakukan pelacakan ternyata tersangka ini berada di Pare-pare Sulsel.

"Tersangka ini merupakan komplotan spesialis penipuan menggunakan ponsel untuk mengarahkan korbannya mentransfer sejumlah uang. Mereka ini tersebar dan indukanya ada di Jakarta dan uang yang ditransfer korbannya diambil pelaku lain yang ada di Jakarta," jelasnya.

Dari pemeriksaan dan koordinasi, tersangka ini juga pernah masuk penjara selama delapan bulan lantaran kasus yang sama.

Penipuan dengan mengarahkan korbannya ke ATM ini, sudah terorganisasi lantaran ada beberapa jaringan yang saling berkoordinasi ketika mereka beraksi.

"Ketika kami lakukan pengembangan, ternyata semua pelaku yang masuk dalam jaringannya ilang kontak. Tidak dapat dihubungi lagi, termasuk rekening yang digunakan untuk menarik uang korbannnya juga sudah ditutup," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved