Pelaku Begal Ini Menangis Tersedu-sedu

Sementara dua pelaku lain berinisial AP yang mengaku sebagai anggota TNI dan N berhasil kabur dari buruan jajaran Polsek Prabumulih Timur.

Penulis: Edison |
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
MENANGIS - Pelaku Reki (tengah-red) tersedu menangis ketika diamankan jajaran Satreskrim Polsek Prabumulih Timur bersama dua pelaku lain yang masih di bawah umur karena berstatus pelajar, Kamis (12/1/2017).   

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Akibat takut ditembak polisi, satu dari tiga pelaku begal motor menangis tersedu-sedu di hadapan jajaran anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Prabumulih Timur, Kamis (12/1) sekitar pukul 14.00.

Begal yang menangis tersedu tersebut yakni Reki Pranata Bin Harison (20) warga Desa Sugiwaras Kecamatan Rambang Kabupaten Muaraenim.

Sedangkan dua begal lainnya yang masih berstatus pelajar antara lain FA (17) warga Lebak Lebong Taman Baka Prabumulih dan AA (16) warga Desa Sumber Hayu Kabupaten Muaraenim.

Para pelaku diringkus saat sedang menunggu mangsa lain di kawasan Taman Kota Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur, pada Rabu (11/1/2017) sekitar pukul 21.30. Sementara dua pelaku lain berinisial AP yang mengaku sebagai anggota TNI dan N berhasil kabur dari buruan jajaran Polsek Prabumulih Timur.

Selain tiga pelaku, petugas juga berhasil mengamankan 1 unit motor Honda beat putih dengan plat nomor BG 3657 CR hasil begal, sebilah senjata tajam jenis pisau dan 1 unit handphone. Untuk kepentngan penyeldikan dan proses lebih lanjut, pelaku bersama barang bukti diamankan di Mapolsek Prabumulih Timur.

Diringkusnya kawanan begal motor itu bermula dari laporan Nur Akbar bin Agusnadi (13), warga Perum Prabu Indah Kelurahan gunung Ibul dan Tohom Indriadi (19), warga Jalan Sumatera Kelurahan Gunung Ibul.

Dalam laporannya pada Rabu (11/1/2017) sekitar pukul 21.00 Nur Akbar dan Tohom Indriadi mengaku baru menjadi korban kawanan begal di kawasan Taman Prabujaya.

Menurut korban, saat itu keduanya melintas di sebuah lorong tepatnya di samping kantor KPU Kota Prabumulih, lalu laju kendaraan dihadang oleh 5 orang tak dikenal. Kedua korban yang dihadang kemudian menghentikan motor, lalu dilanjutkan dengan mengambil kunci motor korban.

Melihat para pelaku berusaha mengambil kunci, korban berusaha mempertahankan namun para pelaku langsung memukul Tohom yang mengemudikan motor. Tidak hanya itu, para pelaku kemudian menggeledah dua korban lalu mengambil handphone dan pelaku Reki mengambil pisau diduga untuk menghabisi dua korban.

Dua korban yang takut langsung lari menyelamatkan diri, kemudian keduanya melapor ke Jajaran Polsek Prabumulih Timur. Petugas yang mendapat laporan langsung menuju lokasi dan mendpati lima pelaku tengah menunggu korban lain untuk dijadikan sasaran begal.

Melihat itu petugas langsung menyergap lima pelaku dan berhasil meringkus tiga pelaku, sementara dua pelaku lain berhasil kabur.

Dihadapan petugas Reki membantah melakukan kejahatan terhadap dua korban. "Saat itu kami tengah nongkrong tiba-tiba dua pelaku menggeber motor, karena kesal teman-teman menghadang mereka dan ada yang mengambil kunci serta meninju korban," ujar Reki dihadapan petugas sembari menangis.

Namun Reki membantah mereka melakukan begal, tapi hanya kesal saja dengan ulah para korban. "Saya bawa pisau karena dari desa jauh dan untuk jaga-jaga, kalau kami kembali lagi ke taman itu untuk mengembalikan kunci motor bukan untuk mencari korban lain," bebernya meminta jangan ditembak dan meminta maaf seraya tersedu menangis.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE melalui Kapolsek AKP Hendra Gunawan SH didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Rikiyanto Atmaja mengatakan, dua pelaku masih di bawah umur sementara dua pelaku lain masih buron.

"Atas perbuatannya tiga tersangka akan dijerat pasal 365 tentang pencurian dengan pemberatan dimana ancaman hukuman 7 tahun penjara," tegasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved