Breaking News

Pemuda Muhammadiyah Sumsel 2016, Soroti Minimnya Kontribusi BUMN untuk Kesejahteraan Masyarakat

"Kedepan kita (Pemuda Muhammadiyah), akan terus mengedor mereka untuk peduli terhadap masyarakat sehingga bisa berpangku tangan. Jika mereka tidak ada

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: M. Syah Beni
TRIBUNSUMSEL.COM/ ARIEF B ROHEKAN
pimpinan PW Pemuda Muhammdiyah Sumsel, menyampaikan refleksi akhir tahun 2016, dengan memandang penting masih minimnya kontribusi BUMN dan BUMND di Sumsel terhadap masyarakat 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Menjelang akhir tahun 2016, pimpinan PW Pemuda Muhammdiyah Sumsel, menyampaikan refleksi akhir tahun 2016, dengan memandang penting masih minimnya kontribusi BUMN dan BUMD di Sumsel terhadap masyarakat, serta tentang menjaga toleransi kehidupan kebangsaan tahun 2016, serta agenda untuk tahun 2017 mendatang.

"Pada 2016 ini, baik BUMN maupun BUMD yang ada di Sumsel, belum banyak berkontribusi terhadap masyarakat khususnya dalam bentuk CSR," kata ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumsel, Zulfikar saat menggelar jumpa pers di Gedung Pemuda Muhammadiyah Sumsel terkait repleksi akhir tahun 2016, Kamis (29/12/2016).

Menurut Zulfikar, seharusnya BUMN maupun BUMD yang ada di Sumsel, bisa ikut berperan aktif mensejahterahkan masyarakat sekitar tempat kerja mereka, dengan menggelontorkan dana keuntungan untuk kegiatan sosial, pendidikan atau kesehatan. Mengingat lembaga itu menggeruk kekayaan atau mencari keuntungan di Sumsel.

"Kedepan kita (Pemuda Muhammadiyah), akan terus mengedor mereka untuk peduli terhadap masyarakat sehingga bisa berpangku tangan. Jika mereka tidak ada kepedulian perlu diusir saja dari Palembang," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan secara kasat mata, jika anggaran negara defisit sehingga kebijaksan pun harus tetap lebih berpihak ke masyarakat.

"Kita tidak memungkiri jika ekonomi sekarang sedang lesu, mengingat sejumlah komoditi utama petani Sumsel sedang anjlok, yang sangat terpukul jelas masyarakat itu sendiri," jelasnya.

Ditambahkan Zulfikar, adanya event internasional Asian Games 2018 nanti di Palembang, jelas menjadi peluang bagi Sumsel sekaligus tantangan. Dimana, jika dikelola dengan baik maka akan berdampak positif dengan banyak bidang, khususnya ekonomi.

Namun sebaliknya, jika tidak tepat mengelola maka menjadi bumerang.

"Dalam event internasional itu, jelas ada siap kesiagaan Pemuda Muhammadiyah, sehingga ada sumbangsih, ataupun masukan kepada panitia," tandas Zulfikar yang juga pimpinan Bawaslu Sumsel ini.

Sementara untuk toleransi antar umat beragama di Sumsel, Wakil ketua Pemuda Muhammadiyah Palembang Ikhsan Jauhari mengungkapkan, justru pihaknya paling mengedepankan toleransi dan menjaga kondisi toleransi selalu tetap sejuk.

"Langkah menjaga toleransi, secara umum kondusif, paca kejadian di Medan waktu pembakaran Vihara, kita punya jaringan lintas agama, etnis dan itu sangat intens komunikasi. Selain itu, adanya pemuda NKRI, kitala yang mengawalinya. Kegiatan lain setiap dimedia atau publik kita tidak boleh membuat pernyataan provokatif juga," pungkas Ikhsan Jauhari.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved