Inilah Konsep Stasiun LRT Palembang yang Dipadupadankan Ornamen Palembang
PT Waskita Karya bersama Dinas Perhubungan Sumsel, telah mendesain bentuk 13 stasiun Light Rail Transit (LRT). Dari 13 stasiun tersebut akan diberikan
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - PT Waskita Karya bersama Dinas Perhubungan Sumsel, telah mendesain bentuk 13 stasiun Light Rail Transit (LRT).
Dari 13 stasiun tersebut akan diberikan ornamen khas Palembang serta memiliki satu corak warna yang bermakna lokasi bakal menjadi staisun.
Seperti stasiun Asrama Haji bewarna hijau yang bermakna sesuai warna Islam.
Sekretaris PMU LRT Sumsel, Ahmad Wahidin MT mengatakan, setelah di desain kemudian pihaknya merekomendasikan kepada gubernur, hasilnya pada 16 Desember lalu, gubernur pun langsung menyetujui.
Dishub juga telah meminta rekomendasi kepada Disbudpar untuk memberikan masukan ornamen apa yang cocok untuk dipasang di stasiun.
13 stasiun tersebut, yang pertama adalah stasiun Bandara akan memakai warna putih dengan teknis pewarnaan RAL 9010 REINWEIB yang bermakna tenda Airport.
Stasiun Asrama Haji memakai warna pure hijau bermakan Islami, stasiun Telkom bewarna biru sebagai lambang perusahaan BUMN tersebut.
Stasiun RSUD Km 7 memakai corak warna putih almunium sesuai warna rumah sakit, stasiun Polda dan Polresta warna krim sesuai seragam Polri, stasiun Demang Lebar Daun bewarna abu-abu muda yang mengidentikan kenetralan dan stasiun Picon bewarna silver menunjukan warna modern.
Kemudian staiusn Dishub Sumsel warna biru sesuai warna Kementerian Perhubungan, stasiun Pasar Cinde warna kuning kunyit sesuai corak pasar tradisional dan stasiun Jembatan Ampera warna merah sesuai dengan warna kebesaran jembatan era Presiden Soekarno.
Selanjutnya stasiun Jakabaring warna kuning sesuai dengan logo kabupaten Banyuasin, terakhir stasiun OPI bewarna oranye yang menunjukan keceriaan.