Embun Pagi Ganggu Jarak Pandang Pengguna Jalan di Musirawas

Warga mengkhawatirkan bila kabut asap makin meluas dan akan semakin mengganggu aktivitas mereka.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Hartati
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Suasana embun yang dinilai warga sebagai kabut asap yang terjadi di Kecamatan Muara Kelingi dua hari terakhir. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Meski pun baru sepekan terakhir Kabupaten Musi Rawas (Mura) tak di guyur hujan, namun sebagian wilayah dibumi Lan Serasan Sekentenan sudah mulai diselimuti kabut asap, Selasa (20/12/2016)

Seperti yang terjadi di jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Muara Lakitan menuju Kecamatan Muara Kelingi beberapa hari terkahir mulai diselimuti kabut pekat.

Kabut asap terjadi mulai dari dini hari sampai dengan pukul 08.00 WIB.

Belum ketahui apa penyebabnya, tapi yang jelas anak-anak sekolah dan masyarakat sudah mulai mengeluhkan.

Karena jarak pandang saat berkendara sangat mulai terganggu.

"Akibatnya jarak pandang agak terbatas,biasanya pukul 07.00 WIB sudah sangat terang tapi sekarang masih kabut. Setiap pergi keluar rumah kami harus menyalakan lampu kendaraan sebagai antisipasi takut terjadi kecelakaan," ujar Hapni warga Muara Kelingi pada Tribunsumsel.Com.‎

Ia berharap agar hujan segera turun supaya kabut asap tidak parah seperti tahun lalu, bahkan sebagai warga yang selalu keluar rumah saat pagi hari ia mengkhawatirkan bila kabut asap makin meluas dan akan semakin mengganggu aktivitas mereka.

"Tiap pagi kami mantang karet, pukul 05.00 WIB kami sudah keluar. Harapannya ini bukan kabut asap karena kebakaran lahan melainkan hanya embun pertanda musim kemarau datang," ucapnya.

Sementara Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura, Paisol, mengungkapkan, bila sekarang ia belum mendapat laporan terkait adanya kebakaran hutan di kabupaten Mura.

Bahkan bila ada titik hot spot mereka selalu mendapat laporan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG).

"Bila ada kebakaran hutan, biasa BMKG langsung menghubungi kita dan memberikan laporan supaya segera di tangani. Tapi sampai saat ini, kita belum ada laporan kalau di wilayah Mura ada hot spot,"ucapnya.

Selain itu, BPBD menduga bila kabut asap yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh adanya Kebakaran hutan melainkan hanya embun pagi peralihan cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau basah.

"Wilayah kita rawan titik hot spot berada di kecamatan Muara Lakitan, Muara Kelingi, BTS Ulu, dan Kecamatan Selangit. Namun sampai sekarang dari empat wilayah langganan hot spot tersebut kita belum mendapat laporannya," pungkasnya. Mg 18

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved