Ibu Rumah Tangga Bernama Desi Aprianti Ini Jadi Otak Perampokan

Aku sakit hati pak, karena dia selalu menagih hutang arisan. Jadi, aku merencanakan tindakan demikian terhadap korban.

SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Tersangka otak perencanaan pembegalan Desi Aprianti (tengah), bersama barang bukti saat diamankan Sat Reskrim Polres Ogan Ilir, Selasa (6/12/2016). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDERALAYA -- Mengaku kesal terus-terusan ditagih hutang arisan, membuat Desi Aprianti (23), seorang ibu rumah tangga warga Desa Tanjung Dayang Kecamatan Inderalaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini, nekat merencanakan aksi pembegalan terhadap korban Novita (31).

Akibatnya, korban yang tercatat berdomisili di Dusun III Desa Palemraya Kecamatan Inderalaya Utara ini, mengalami luka lebam pada bagian wajah dan luka robek pada bagian kepala belakang akibat dipukul oleh pelaku menggunakan sebuah kayu.

Sedangkan, sepeda motor milik korban jenis Honda Beat warna hitam BG 6805 TQ dibawa lari oleh pelaku inisial Ag (DPO), yang saat ini tengah dalam pengejaran Polisi.

Informasi yang dihimpun dari pihak Kepolisian menerangkan, peristiwa pembegalan dialami korban terjadi pada Senin malam (5/12/2016) pukul 20.00, di saat Desi bersama pelaku yang satunya inisial Ag (DPO) merencanakan aksi pembegalan terhadap korban Novita.

Lalu, korban ditelepon oleh Desi dan diajak bertemu di Desa Tebing Gerinting Inderalaya Selatan.

Tanpa curiga, menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat warna hitam, korban pun pergi menemui pelaku di Desa Tebing Gerinting.

Kemudian, dengan mengendarai sepeda motor miliknya, korban diajak oleh tersangka Desi ke suatu tempat di lokasi pemakaman umum Desa Tebing Gerinting.

Sedangkan Disana (lokasi pemakaman, red), telah menunggu satu pelaku lainnya yakni inisial Ag yang sudah dalam posisi siap mengeksekusi korban.

Setibanya di-TKP, sontak, Ag pun langsung memukul bagian kepala belakang korban menggunakan batang kayu ukuran sedang secara membabi-buta tanpa perlawanan.

Akibat kerasnya hantaman membuat korban ibu rumah tangga itu, seketika terkapar bersimbah darah lalu dibuang ke semak-semak.

Setelah dianiaya dan dibuang oleh pelaku ke semak-semak, korban berpura-pura meninggal dunia. Usai menganiaya korban, kedua pelaku membawa lari sepeda motor milik korban.

Usai kedua pelaku lari, korban yang dalam kondisi sedikit sadar langsung menelpon pihak keluarga dan mengabarkan telah menjadi korban perampokkan yang dilakukan oleh kedua tersangka Desi dan Ag.

Menerima informasi itu, keluarga korban sempat syok dan langsung menghubungi aparat Polres OI.

Usai menerima laporan korban berdasarkan LP/B/189/XII/2016/Sumsel/Res OI, malam itu juga, Kasat Reskrim Polres OI AKP Ginanjar Aliya Sukmana SIk didampingi Kanit Pidum Ipda Rizky Akbar bersama unit Reskrim Polsek Inderalaya langsung melakukan upaya penyelidikkan sembari menuju ke-TKP untuk menyelamatkan korban dan membawanya ke RS terdekat dalam kondisi masih berlumuran darah.

Disisi lain, petugas langsung mencokok salah satu pelaku yang merupakan otak perencanaan pembegalan terhadap korban.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved