Secepatnya Pemkot Bebaskan Lahan Fly Over Tanjung Api-api
Meski cuaca panas dan hujan secara bergantian melanda kota Palembang, tampaknya hal tersebut tak mempengaruhi kinerja para pegawai ini.
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pembangun fly over di kawasan Simpang Tanjung Api-Api Kecamatan Sukarami terus dikebut pengerjaannya.
Meski cuaca panas dan hujan secara bergantian melanda kota Palembang, tampaknya hal tersebut tak mempengaruhi kinerja para pegawai ini.
Namun, akibat penutupan di sebagian ruas jalan menggunakan pagar seng, untuk menghindari manuver alat berat mengenai para pengendara, membuat jalanan yang semulanya memiliki tiga jalur, diperkecil menjadi dua jalur.
Bahkan, saat mendekati lampur merah, jalan semakin dipersempit dengan satu jalur.
Hal tersebut kerap kali menimbulkan kemacetan yang cukup parah di kawasan tersebut.
Menurut Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mustofa mengatakan, untuk mempercepat pembangunan fly over tersebut, secepat mungkin Pemerintah Kota (Pemkot) akan melakukan ganti rugi lahan milik masyarakat yang terkena imbas pembangunan fly over, agar mega proyek tersebut tak terganggu pengerjaannya.
"Secepat mungkin akan kita lakukan, tapi jangan keburu-buru, nanti menjadi ramai seperti kasus pasar," ujarnya saat dibincangi, Selasa (22/11/2016)
Menurut Harobin, Pemkot sudah melakukan rapat dengan pihak-pihak terkait akan kasus ini.
Harobin mengatakan, akibat pembangunan tersebut, setidaknya ada 16 titik bangunan yang terkena dampak. Namun hanya 2 bangunan dari 16 bangunan tersebut yang memiliki sertifikat.
"Inikan diselesaikan dulu, dan sudah dihitung, namun anggara belum tahu," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/fly-over-simpang-bandara_20161122_145618.jpg)