Bangun Jalan Cor Beton di Atas Sungai Lumpur Menuju Tambak
Suasana jalan menjadi ramai dilalui oleh warga sekitar. Langkah kaki tidak membuat surut warga berjalan baik siang maupun di malam hari di atas bangun
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG-Melihat pembangunan di Desa Sungai Lumpur Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), semakin berkembang maju. Pemandangan bangunan jalan cor beton setapak layang sebagai pengganti bangunan kayu yang kini sudah rapuh.
Suasana jalan menjadi ramai dilalui oleh warga sekitar. Langkah kaki tidak membuat surut warga berjalan baik siang maupun di malam hari di atas bangunan yang menghabiskan dana desa dan dana alokasi dana desa.
Warga yang tinggal di atas sungai dengan konstruksi bangunan bertiang itu, menjadi prioritas warga Sungai Lumpur.
Sebab itu, Kepala Desa (Kades) Desa Sungai Jeruju, Selasa (15/11/2016) Andi Antomi mewujudkan bangunan jalan cor beton setapak layang.
Bangunan ini dibangun sebagai pengganti bangunan kayu menjadi beton untuk jalan penghubung dari rumah ke rumah dan jalan setapak layang menuju lokasi tambak.
“Di Desa Sungai Lumpur warga hidup di atas sungai dan penghasilan warga tergantung di sungai. Maka itu, pembangunan jalan cor beton setapak layang menjadi dambaan warga,” kata Kades Andi Antomi panjang lebar. Disisi lain, warganya juga memiliki penghasilan sampingan dengan adanya sangkar burung walet.
Masih kata Andi, dengan adanya dana desa dan alokasi dana desa dirinya bersama perangkat desa dan warga bisa melakukan membangun seluruh jalan setapak yang terbuat dari kayu, kini sudah berubah menjadi jalan cor beton setapak layang. “Kalau masih kayu, jalan ini sangat berisik kalau ada orang lewat. Tapi sekarang, alhamdulillah meskipun dilalui banyak orang jalan tidak terganggu,” ujar Andi menyebutkan jalan setapak itu sebagai penghubung rumah ke rumah warga sampai menuju lorong pelabuhan.
“Dana alokasi dana desa juga dimanfaatkan untuk membeli lahan pembangunan berukuran 8 x 20 meter. Lahan ini untuk jangka panjang pembangunan kepentingan warga nantinya,” tutur Andi seraya berucap lahan itu bisa dibangunkan PAUD ataupun Polindes nantinya.
Disebutkan Andi, mengenai luas wilayah setelah pemekaran kurang lebih 5000 hektar semua di atas rawa-rawa dan jumlah penduduk mencapai 3000.
Bupati OKI H Iskandar SE melalui Camat Cengal H Rosihan Anwar mengatakan, pengembangan pedesaan di Desa Sungai Lumpur sekarang ini, sangat luar biasa.
Dilihat dari pembangunan sarana dan prasarana pedesaan seperti, jaringan jalan, lingkungan permukiman, perairan dan lainnya itu, mulai terwujud.
Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan tambak membuat sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) berjalan seperti air yang mengalir sesuai dengan lingkungan di atas kehidupan air sungai.
“Kegiatan-kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh Desa Sungai Lumpur dapat ditiru oleh desa-desa lain, untuk seluruh lapisan masyarakat. Sebab, pembangunan itu pada dasarnya adalah dari, oleh dan untuk seluruh rakyat,” tutur Camat Rosihan seraya menyebutkan, keterlibatan masyarakat untuk menentukan visi, wawasan pembangunan masa depan yang akan diwujudkan. (Mat bodok)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/jalan-cor-beton-setapak-layang-yang-dibangun-sebagai-penghubung-r_20161115_094611.jpg)