Sanitasi dan Pembersihan Kawasan Kumuh Program Dinas Baru OKU

Mengajukan program bedah bedah rumah sebanyak 100 unit di kawasan kumuh yang ada di dalam kota.

Editor: Hartati
TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
ilustrasi: Suasana kawasan 7 Ulu yang terlihat kumuh, Jumat (19/2/2016). Pemerintah kota Palembang harus lebih memperhatikan tempat kumuh di Kawasan Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Seiring nomenklatur SKPD baru, mulai tahun depan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), akan berubah menjadi Dinas Perumahan dan Pemukiman.

Meski sekarang ini belum terbentuk, kata Seketaris Dinas PU CK, H Hasan saat dibincangi Tribun Sumsel, Senin (14/11/2016) di ruang kerjanya, program-program kerja untuk Dinas Perumahan dan Pemukiman sudah mereka ajukan untuk dianggarkan.

Saat ini sifatnya, baru sebatas Kebijakan Umum Anggaran (KUA),Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2017.

"Beberapa program kerja sudah kita susun dan sudah masuk dalam KUA PPAS, APBD OKU 2017," kata H Hasan.

Ia tidak merinci berapa besar anggaran untuk mendukung program kerja.

PUCK OKU
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) H Hasan

Namun sejalan dengan visi dan misi Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis dan Wakil Bupati OKU, Drs Johan Anuar SH MM, mengajukan program bedah bedah rumah sebanyak 100 unit di kawasan kumuh yang ada di dalam kota.

"Kita anggarkan 100 unit rumah, untuk kawasan kumuh di dalam kota. 100 unit rumah ini rencananya menggunakan APBD OKU. Ini baru rencana kerja yang sudah masuk dalam KUA PPAS APBD OKU 2017. Untuk kepastiannya kita belum tahu. Tergantung nanti disetujui atau tidak. Rencananya 1 unit rumah yang akan dibedah, sebesar Rp 15 juta," ungkap H Hasan, nantinya akan ada konsultan yang ditunjuk untuk menjalankan program ini.

Hasan menjelaskan, rencana bedah 100 unit rumah ini menggunakan APBD OKU. Selain itu mereka juga mengusulkan, bedah rumah menggunakan dana Kementrian.

"Dana dari kementrian ini kita belum tahu berapa banyak. Sebab sampai saat ini masih dalam tahap pengajuan," jelasnya.

Sebagai gambaran, program kerja selain bedah rumah, Dinas Perumahan dan Pemukiman ini nantinya kata H Hasan, mereka lebih fokus pada kegiatan, sanitasi berbasis masyarakat. Misalnya, pembuatans sumur bor.

Program kota ku dan pembersian kawasan kumuh.(rws)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved