Pasca Pembakaran Rumah Suhada, Dua Kelompok Sepakat Damai
Polres Prabumulih melakukan mediasi terhadap pihak-pihak bertikai pasca puluhan warga merusak dan membakar rumah Suhada
Penulis: Edison |
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Untuk menghindari dan mengantisipasi kejadian anarkis serta pertikaian makin melebar, Polres Prabumulih melakukan mediasi terhadap pihak-pihak bertikai pasca puluhan warga merusak dan membakar rumah Suhada di Dusun 1 Desa Karya Mulya Kecamatan Rambang Kapak Tengah.
Dalam mediasi yang ditengahi kepolisian dipimpin langsung Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE tersebut kedua belah pihak bersepakat damai.
"Dua belah pihak sepakat damai dan berjanji akan menyelesaikan masalah secara baik-baik, mediasi sendiri dilakukan beberapa waktu lalu oleh Kapolres lalu dilanjutkan kepala desa dan camat, masalah sudah selesai," ungkap Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE melalui Kabag Ops, Kompol Andi Supriadi SIK SH MH kepada Tribunsumsel.com, Minggu (30/10/2016).
Andi mengatakan, meski sudah ada kesepakatan berdamai namun kepolisian tidak mau kecolongan dengan terjadinya bentrok susulan, untuk itu polress Prabumulih terus menyiapkan personel untuk berjaga di lokasi. "Personel kita tetap kita siagakan di Desa Karya Mulya, sekitar 50 personel kita terjunkan di sana untuk siaga," bebernya.
Lebih lanjut Andi mengatakan, kasus penyerbuan rumah Suhada tersebut berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya tidak hanya dipicu oleh ditangkapnya dua pelaku pengeroyokan, namun sejak lama sudah ada gesekan antara warga datangan transmigrasi dan warga pribumi.
"Ada gesekan sejak lama, dimana ada kecemburuan masyarakat pribumi dengan masyarakat datangan tersebut. Namun selama ini tidak pernah ada kejadian anarkis, tapi saat itu ada yang memprovokasi sehingga terjadinya kejadian kemarin. Kita berharap kejadian tersebut tidak akan terulang kembali," bebernya.
Andi mengatakan, pihaknya kedepan akan terus melakukan koordinasi dengan semua pihak, baik kades, camat serta babinsa Polri dan TNI sehingga antar masyarakat tetap saling toleransi serta saling menghormati satu sama lain.
"Kita berharap hubungan masyarakat akan harmonis, sehingga nyaman, damai dan rukun antar warga," katanya.
Masyarakat Desa Karya Mulia Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) kota Prabumulih, Jumat (28/10/2016) sekitar pukul 08.00 mendadak gempar. Pasalnya sebuah rumah milik Suhada (50), dirusak dan bagian dalam rumah dibakar puluhan warga satu desa tersebut.
Informasi berhasil dihimpun Tribunsumsel.com, puluhan warga tersebut tidak hanya merusak dan membakar rumah Suhada. Namun juga memukuli dua anak korban satu diantaranya Ahmad Rifai (18) yang menderita luka lebam di bagian wajah.
Tidak hanya itu, puluhan warga juga menghajar warga lain yang melintas di depan rumah tempat kejadian perkara yakni Daman (30) dan Saiful (45). Beruntung pihak kepolisian dari Polsek Rambang Kapak Tengah tiba di lokasi dan berhasil membubarkan puluhan warga yang mengamuk.
Aksi pengrusakan dan pembakaran rumah tersebut berdasarkan informasi diduga disebabkan oleh aksi pengeroyokan yang dilakukan pelaku terhadap anak Suhada yakni Umar Sucipto (24). Kejadian pengeroyokan lalu dilaporkan dan polisi meringkus para pelaku, selanjutnya massa yang merupakan keluarga pelaku yang ditangkap tidak terima dan membakar rumah pelaku. Akibat aksi pengrusakan tersebut rumah Suhada hancur, baik jendela, pintu, kamar, ruang tamu dan dapur hingga membuat keluarga Suhada mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kedua-keluarga-ketika-berdamai-pasca-pengrusakan-r_20161030_183346.jpg)