Usai Menabrak Pejalan Kaki Ambulance Puskesmas Talang Betutu Langsung Kabur
Dirinya tidak mengetahui kalau telah dilaporkan ke pihak berwajib. Menurutnya kejadian itu setelah dirinya mencoba menghindari penarik becak.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ria Sendy Chan (49) warga Jalan Ekabakti menjadi korban tabrak lari oleh dr Masayu Meidiawani (kepala puskesmas Talang Betutu).
Kejadian pada 8 Oktober lalu sekira pukul 07.00 di jalan menuju rumah susun (Rusun) PIM depan pasar 26 Ilir.
Ria bersama rekannya Sri Puji Lestari diseruduk mobil dinas puskesmas keliling APV yang dikendarai oleh dr Masayu.
Akibat kejadian tersebut Ria mengalami patah tulang leher, patah tulang punggung dan patah tulang sum-sum serta tulang pinggul.
Saat ini Ria dirawat di RS Charitas Lukas nomor 5. Ria akhirnya melaporkan dr Masayu ke Polresta Palembang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Diceritakan Ria, musibah yang dialami ketika dia bersama tiga rekannya hendak senam pagi di Puskesmas 26 Ilir dengan berjalan menyusuri tempat kejadian perkara, tak disangka tiba-tiba mobil langsung menabrak ria dan langsung terpental.
"Setelah kecelakaan saya dibawa ke RS Ak Gani, kemudian pindah ke RS Bari, ke Charitas ini karena mau sembuh," katanya ditemui di RS Charitas, Senin (24/10/2016) pukul 12.00.
Sejauh ini dia meminta pertanggung jawaban oleh pelaku, namun tidak ada itikad baik sehingga melaporkan dr Masayu ke polisi Jumat kemarin.
Sedangkan dr Masayu saat dikonfirmasi mengaku sudah bertanggung jawab dengan membayar biaya pengobatan di rumah sakit awal sebesar Rp 4 juta lebih.
Dirinya tidak mengetahui kalau telah dilaporkan ke pihak berwajib.
Menurutnya kejadian itu setelah dirinya mencoba menghindari penarik becak.
"Namanya musibah siapa yang mau mengalami, kalau tanggung jawab saya sudah," katanya.