Menhub ke Palembang

Perkenalkan, Menteri yang Disodorkan Steak tapi Mintanya Pempek Panggang

Ramah, sederhana dan memiliki selera humor merupakan ciri dari sosok Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi

Tribunsumsel.com/Siemen Martin
Ramah, sederhana dan memiliki selera humor merupakan ciri dari sosok Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi. Setiap sarapan pagi dirinya sebisa mungkin untuk menyemil penganan khas Sumsel. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Siemen Martin

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ramah, sederhana dan memiliki selera humor merupakan ciri dari sosok Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi. Setiap sarapan pagi dirinya sebisa mungkin untuk menyemil penganan khas Sumsel.

Bahkan saat menginap di hotel, dimana pegawai hotel yang memberikan sarapan steik di tolak mentah-mentah oleh Budi. Dia hanya meminta dicarikan pempek panggang, alhasil pegawai tadi pun tersenyum mengetahui keinginan pejabat teras tersebut.

"Maaf, kalau bisa pempek panggang dan mie celor saja," kata Budi seraya mempraktekan tangannya yang menolak.

Bahkan sarapan dirumah kakaknya, Budi langsung menyambar pempek pistel dan semanguk cuka.

"Wah enak nih pistel," terang Budi yang datang didampingi anak gadisnya.

Setelah pempek dilahap habis, akhirnya mie celor menjadi buruan Budi, meracik sendiri komposisi mie dalam satu mangkok.

Sementara Sri Suroso mengungkapkan, setiap pulang ke Palembang adik tercintanya itu selalu menyempatkan diri untuk sarapan di rumahnya. Lagi-lagi menu wajib pempek dan mie celor harus tersedia.

"Budi menelpon, yuk aku mau makan mie celor di rumah ayuk ya, tolong dibuatkan," kata Sri.

Mendengar permintaan adiknya, sebenarnya Sri agak kewalahan karena tidak ada yang membantu dalam membuat pesanan khusus. Namun mau tidak mau Sri menyempatkan untuk membuat makanan kesukaan adiknya itu.

"Buat sarapan ini enggak bisa tidur lima hari lima malam," seloroh Sri tertawa.

Tribun Sumsel- Sripo berkesempatan mewawancarai orang nomor satu di dunia perhubungan Indonesia itu, bertempat di rumah kakak tercintanya pakar kecantikan Palembang, Sri Suroso yang beralamat di Jalan Dharmapala, Minggu (16/10/2016) pagi.

Budi yang ditemui tak canggung menggunakan bahasa Palembang, disesi wawancara terkadang dia menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Palembang.

Obrolan interaktif seputar dunia perhubungan dan permasalahan dia beberkan, bahwa dia berkeinginan memajukan instansi itu lebih profesional dan bebas dari pungli.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved