''Kapan Jalan Kami Diperbaiki''

Kondisi jalan rusak berat terutama saat ­musim hujan. Kendaraan sepeda motor tida­k bisa lewat karena jalan berlumpur

TribunSumsel/Defri Irawan
Kondisi Jalan Walisongo Desa Bukit Kecamatan Betung saat musim hujan, Minggu (16/10). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Defri Irawan

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Masyarakat­ Tanjung Mulyo Desa Bukit Kecamatan Betu­ng Kabupaten Banyuasin mengeluh lantaran­ Jalan Walisongo hingga kini­ tidak kunjung diperbaiki padahal jalan tersebut merupakan akses warga dari berbagai Desa, Minggu (16/10­).

Kondisi jalan rusak berat terutama saat ­musim hujan. Kendaraan sepeda motor tida­k bisa lewat karena jalan berlumpur. Jalan licin terutama sepeda motor harus ekstra hati-hati karena bisa terjatuh.

" Jalan sangat licin saat hujan deras. Apalagi hujan tidak berhenti nyaris tidak bisa dilewati warga. Entah s­ampai kapan diperbaiki, padahal jalan sering digunakan warga," ujar tokoh pemu­da setempat Novian.

Menurut ia selama ini warga setempat sudah berulang kali memohon kepada pemerintah maupun pihak perusahaan sawit yang biasa menggunakan jalan tersebut. Tetapi dari Pemkab Banyuasin hanya menjanjikan dan tidak pernah ada realisasi untuk memperbaiki jalan.

Begitu juga pihak PTPN 7 yang biasa melintas menggunakan jalan itu belum ada realisasi nyata untuk membantu memperbaiki jalan. Padahal perusahaan yang beroperasi disana setiap hari menggunakan jalan saat mengangkut sawit.

" Ini sangat disayangkan karena kami merasakan betul susahnya saat musim hujan. Jika sudah hujan aktifitas jadi terganggu," ungkapnya.

Senada dengan warga lain, Dedi, juga mengeluhkan serupa. Menurut ia sangat disayangkan karena jalan tersebut merupakan satu-satunya aset Desa Bukit yang ramai dilintasi warga. Baik warga yang memiliki kebun di kawasan itu maupun perusahaan sawit yang membawa alat berat.

" Sebenarnya jalan ini menjadi tanggung jawab Pemkab Banyuasin. Sudah lama kami dijanjikan akan dicor beton. Tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tandanya. Ditambah sekarang Banyuasin sedang ada masalah," ujarnya.

Yang paling kasihan menurut ia, para pelajar yang hendak pergi kesekolah melintasi jalan itu. Pelajar setempat harus melepas sepatu saat jalan berlumpur. Kadangkala usai hujan, terlambat tiba kesekolah karena perjalanan terganggu.

" Kami minta ayolah Pemkab dan DPRD dengarkan aspirasi kami. Sampai kapan kami menunggu menikmati jalan bagus. Kasihan anak-anak kami mau sekolah jalan rusak," kata Bapak 3 anak ini.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Bukit, Agus, mengatakan jalan tersebut merupakan jalan akses warga yang biasa digunakan setiap desa. Terutama perusahaan yang biasa memakai jalan untuk mengangkut sawit.

" Jalan itu janji Pemkab akan segera diperbaiki karena akses vital bagi warga setempat. Sedangkan untuk penggunakan Dana Desa kita prioritaskan perbaikan jalan di tengah kampung warga. Kalau jalan tersebut biarlah Pemkab Banyuasin yang turun tangan," tegas ia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved