Angka Buta Aksara Masih Tinggi di Palembang

Berdasarkan data Disdikpora Palembang 2015 ada 1036 masyarakat yang masih terjerat buta aksara.

TRIBUNSUMSEL.COM/MOCHAMAD KRISNARIANSYAH
Kabid PNFI Disdikpora kota Palembang Bahrin Spd MM 

Laporan Wartawan TribunSumsel.Com,Mochamad Krisnariansyah

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG – Meski pemberantasan buta aksara terus dilakukan, namun angka akan ketidak mampuan masyarakat dalam hal membaca dan menulis masih terbilang tinggi di kota Palembang.

Adanya faktor dari mobilitas migrasi masyarakat hingga belum adanya kesadaran diri, ditenggarai membuat permasalahan akan buta aksara sulit dihapuskan.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kota Palembang tahun 2015, mencatat ada sebanyak 1036 masyarakat yang masih terjerat buta aksara.

Umumnya mayoritas masyarakat yang buta aksara didominasi dari 15-50 tahun yang tersebar di 17 kecamatan yang ada.

“Permasalahan utamanya berasal dari kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya budaya literasi (membaca dan menulis-red), dengan usia umur yang sudah lanjut terkadang membuat mereka enggan untuk belajar akan hal tersebut,” Ujar Kabid Pendidikan Non Formal dan Informasl (PNFI), Bahrin Spd MM saat dibicangin Tribunsumsel.com diruang kerjanya, Rabu (14/9/2016).

Lebih jauh ia menyebutkan, ada proses perpindahan masyarakat dari desa ke kota juga mempengaruhi akan masih tingginya kasus buta aksara. Hal ini diakui, menyebabkan pemberantasan akan buta aksara belum sepenuhnya berhasil diberantas.

“Walaupun angkat buta aksara masih tinggi, namun tiap tahunnya kita berhasil menguranginya. Disinilah kita harap ada peran antara masyarakat khususnya terhadap keluarganya yang masih mengalami buta aksara,” tuturnya.

Adanya kepedulian dengan mengajak anggota keluarga ataupun tetangga yang buta aksara untuk mendapatkan pendidikan melalui pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Selain itu, pihaknya juga sudah memerintahkan kepada setiap PKBM untuk melakukan survey langsung kerumah warga untuk mendata masyarakat buta aksara,dengan menghimbau pemberian pendidikan penting dalam membiasakan diri dengan budaya literasi.

“Sudah ada 22 PKBM di kota Palembang, mereka bebas untuk ikut dan ini tanpa biaya sepeser pun. Pembelajaran akan belajar dan menulis sangat penting terutama bagi masyarakat yang ingin memiliki ijazah baik itu pake A,B dan C,” ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved