Kapal Wisata Tenggelam
Liburan Terakhir Rahmiyana
"Jenazahnya sudah ditemukan tadi sore, rencananya mau dibawa, tetapi batal. Mudah-mudahan senin pagi,"
TRIBUNSUMSEL.COM-Rahmiyana, karyawati BTN Cabang Pangkalpinang, tak pulang lagi ke rumahnya. Perempuan yang hobi travelling itu menjadi korban pompong yang tenggelam saat berlayar ke Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Minggu (21/8).
Rumah duka Rahmi di Jalan Jering Desa Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka mulai ramai disinggahi pelayat.
Rencananya jenazah alumni SMA 1 Sungailiat yang disapa Rahmi alias Rahmek itu akan dibawa dari Batam.
"Jenazahnya sudah ditemukan tadi sore, rencananya mau dibawa, tetapi batal. Mudah-mudahan senin pagi," kata Zaironi Jakfar, orangtua Rahmi, Minggu (21/8/2016)
Rahmi bersama dua rekannya sesama karyawati BTN Cabang Pangkalpinang, liburan ke Kepri. "Berangkatnya Jumat kemarin, dia liburan saja," kata Zaironi.
Saat ini kakak Rahmi, sudah berada di Batam untuk memantau kondisi dan membawa pulang jenazah. Rahmi yang masih lajang memang terbiasa traveling. Terakhir kali ia jalan ke Bangkok.
"Memang hobi jalan-jalan dia ini, tempo hari ke Singapur. Terakhir ketemu pas arisan keluarga, nasih ketawa-ketawa siapa yang nyangka musibah," kata Khairul, sepupu Rahmi.
Tiga karyawan Bank Tabungan Negara (BTN) cabang Pangkalpinang menjadi korban kapal tenggelam di perairan antara Tanjung Pinang dan Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, Minggu (21/8). Mereka adalah Santi, Anggun, dan Rahmi. Satu diantaranya, yaitu Rahmi, ditemukan meninggal dunia.
Pimpinan BTN Pangkalpinang, Chris Setyawan mengakui kabar duka tersebut. Namun dia menyebut detail musibah yang menimpa ketiga karyawan BTN itu masih simpangsiur. Lewat sambungan telepon, Chris mengaku sedang bersama keluarga korban di Batam, Kepulauan Riau.
"Info tentang Rahmi masih simpang siur makanya kami datang langsung untuk mengetahui informasinya," kata Chris, Minggu (21/8).
"Mereka liburan, rencananya hari ini (kemarin) pulang karena besok (hari ini) kan masuk kerja," lanjutnya.
Kecelakaan kapal pompong yang ditumpangi Rahmi Cs terjadi sekitar pukul 09.38 WIB. Saat itu hujan deras dan gelombang besar terjadi di perairan antara Tanjungpinang dan Pulau Penyengat. Kapal pompong dibawa seorang nakhoda dan berisi 16 penumpang. Informasi terakhir, sebanyak 10 penumpang tewas, dua orang dapat diselamatkan, dan selebihnya masih dalam proses pencarian.
Pulau Penyengat merupakan obyek wisata sejarah yang berjarak sekira 2 km dari Kota Tanjungpinang. Dalam kondisi normal, dari Tanjungpinang menuju Pulau Penyegat, hanya perlu waktu 15 menit menumpang perahu pompong.
Ketika musibah terjadi ada dua orang, Wendy (25) dan Endrian (20), yang langsung memberi pertolongan kepada para penumpang perahu pompong. "Kami berdua yang paling pertama menceburkan diri ke laut untuk menolong korban. Kemudian, sejumlah orang dari Korps Marinir dan Kesatuan Pelaksana Pengaman Pelabuhan (KP3) ikut turun membantu," ungkap Wendy dan Endrian saat ditemui di halaman Ocean Corner, Tepi Laut Tanjungpinang, Minggu siang.
Endrian mengatakan kecelakaan laut itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, terjadi hujan lebat di sekitar Tanjungpinang dan Pulau Penyengat. Angin kencang yang menyertai hujan lebat tidak berlangsung lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/rahmiyana_20160822_092204.jpg)