Glory SFC

Menit 78, SFC Mainkan 3 Stoper

Pelatih kepala SFC, Widodo Cahyono Putro mengambil keputusan dengan memainkan tiga stoper sekaligus untuk mempertahankan keunggulan 1-0 atas Arema Cro

TRIBUNSUMSEL.COM/HARYANTO
Sriwijaya FC sukses mencuri poin dan memaksakan hasil imbang 1-1 saat bertemu Arema Cronus di leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2015, Sabtu (3/10/2015) di stadion Kanjuruhan Malang. Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Christian Gonzales di menit 53, laskar wong kito akhirnya sukses menyamakan kedudukan lewat tandukan kepala Wildansyah di menit 72. 

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Siemen Martin

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pelatih kepala SFC, Widodo Cahyono Putro mengambil keputusan dengan memainkan tiga stoper sekaligus untuk mempertahankan keunggulan 1-0 atas Arema Cronus.

Dari babak pertama, SFC bermain dengan dua stoper yaitu duet Mauricio dan Fachrudin. Di menit 78, Widodo akhirnya memasukan Nanak menggantikan Wildansyah.

Diketahui Nanak kerap bermain di posisi bek bertahan atau stoper. Bermain dengan 3 stoper, membuat Maurcio agak menggeser ke kanan area pertahanan begitu juga posisi Nanak.

Bahkan tiga bek jangkung tersebut terus sejajar dan berkomunikasi agar tidak kecolongan atas serangan pemain Arema.

Babak kedua, SFC tidak mengendurkan serangan, melalui Hilton dan Anis Nabar kedua pemain tersebut membuat pertahanan Arema yang dikawal Goran pontang panting.

Arema sebenarnya tidak terlalu bermain bertahan, beberapa kali peluang menciptakan gol melalui Cristian 'El loco' Gonzales nyaris membuahkan hasil, namun Teja Paku Alam yang menjaga gawang tampil apik dan mementahkan peluang Arema tersebut.

Dalam pergantian pemain, Arema telah memasukan tiga pemainnya yaitu Sunarto, Junda dan Arif Suyono.

Sedangkan SFC mengganti dua pemainnya yaitu Firman dan Wildansyah ditarik keluar digantikan Jupe dan Nanak.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved