Bunun Bungah Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng

"Seneng banget dapet bantuan. Kami nanam padi biasonyo April, ini malah baru nanam. Terimo kasih atas bantuannyo," kata dia pada Tribunsumsel.com seus

TRIBUNSUMSEL.COM/ANDI AGUS TRIYONO
Penyerahan simbolis bantuan Pemkot Palembang kepada warga rentan pangan di kantor kelurahan Keramasan, Kertapati Palembang, Kamis (10/8/201). Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Palembang bagi warga yang kurang mampu. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Andi Agus Triyono

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bunun, warga kelurahan Keramasan Kertapati Palembang senang dengan pemberian bantuan Pemerintah Kota Palembang berupa beras, gula dan minyak goreng.

Bantuan itu ia terima langsung dari Lurah dan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kota Palembang, Kamis (10/8/201) sore.

Meski tidak banyak, wanita lanjut usia itu menganggap bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi tahun ini menanam padi mengalami ketidakpastian, molor.

"Seneng banget dapet bantuan. Kami nanam padi biasonyo April, ini malah baru nanam. Terimo kasih atas bantuannyo," kata dia pada Tribunsumsel.com seusai mendapatkan bantuan.

Tidak hanya Bunun, 99 kepala keluarga lain warga kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati Palembang juga mendapatkan bantuan sama berupa beras, gula dan minyak sayur.

Lurah Keramasan kecamatan Kertapati Palembang, Suyanto mengatakan sangat berterima kasih kepada pemerintah kota Palembang memberi bantuan berupa sembako kepada warganya.

Bantuan sembako itu teruntuk warga yang terindikasi rawan pangan.

Kata dia, rawan pangan maksudnya mereka -warga- yang selama ini menanam padi tapi terkendala cuaca kurang bersahabat, mengakibatkan molornya tanam padi.

"Biasanya April tanam padi dan Juli sudah panen, sekarang malah ada yang masih tanam. Karena cuaca yang tidak bersahabat tadi. Nah perubahan inilah dianggap warga rentan rawan pangan," ujarnya.

Menurut Suyanto, untuk wilayah kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati, luas lahan sawah sekitar 15 ribu hektare. Dalam setahun hanya satu kali panen. Satu hektare sawah, mampu menghasilkan 3 ton beras.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan terkait program penanganan pangan, Pemkot Palembang inin masyarakatnya sejahtera, terdidik dan sehat.

Untuk penanggulangan daerah rawan pangan, menurut dia tidak semua petani menanam padi berjalan dengan baik. Terkadang terkendala cuaca, pasang surut sungai dan sebagainya. sehingga hal itu menyebabkan ekonomi petani jadi terhambat.

Oleh sebab itu, untuk meringankan beban mereka Pemkot Palembang saling berbagi dan memperhatikan satu sama lain.

"Bantuan bagi masyarakat yang gagal panen, hasil panen sedikit dan sebagainya. Ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot Palembang," kata Harrey.

Dia juga berjanji akan memberi bantuan berupa alat pertanian dan sebagainya bagi petani. Berharap bantuan tersebut nantinya bisa memudahkan petani dalam bercocok tanam.

"Silakan ajukan proposal ke lurah, dan kami akan menindaklanjuti. Kami bantu pupuk, hand tractor, dan lain-lain tujuannya agar pendapatan petani meningkat," kata dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved