Di Ujung Sumsel Masih Ada Telkomsel

"Tak disangka, diujung sumsel ini sinyal Telkomsel masih 3G, sehingga komunikasi bisa lancar seperti di perkotaan," katanya

Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: BangOpeak

Laporan wartawan Tribun Sumsel.com,  Yohanes Tri Nugroho

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Terbitnya mentari pagi mengiringi kedatangan sebuah mobil minibus hitam yang nampak kusam berdebu di Pelabuhan Penyebrangan Tanjung Api Api (TAA), Minggu (17/7/2016). Tebalnya debu jalanan yang mengotori hampir di seluruh bagian kendaran menunjukkan perjalanan panjang yang sudah dilewati.

Tak jauh dari pintu pelabuhan mobil itu mendadak mengurangi kecepatan, kaca bagian sopir nampak terbuka, seorang pria bertopi kuning terlihat menengok keluar. Antrian kendaraan yang mengular di depan pelabuhan menjadi pemandangan di depan pelabuhan yang berada di ujung Sumatera Selatan (Sumsel) itu.

"Kami baru berangkat dari Jawa Timur tiga hari lalu, mudah mudahan sore atau malam nanti sudah bisa sampai di Pangkal Pinang, karena anak anak besok mau bersekolah," ungkap Hermansyah (38) pria yang mengenakan topi kuning itu saat disapa Tribunsumsel.com.

Usai memarkirkan kendaraannya di antrian paling belakang baris kendaraan roda empat, pria itu lantas keluar dari mobil. Tubuhnya nampak tambun berbalut kaus hitam dan celana setinggi lutut, sembari berjalan Ia melakukan senam kecil dengan menggerakkan kepala dan lengannya.

Tak lama, pria itu sudah berada di hadapan Tribun, belum sempat berkata kata, bunyi ponsel berdering keras, sontak Ia mengambil smartphone di kantong celananya. Dengan sekali sentuhan di tengah layar, suara riuh terdengar suara wanita setengah baya memecah keriuhan itu dengan mengajukan pertanyaan.

" Sudah dimana? Lancar di jalan? Sehat tidak Rani dan Reno," ungkap wanita setengah baya itu dari ujung telepon.

Hermansyah yang saat itu memandang layar smartphone itu langsung berlari kecil menghampiri mobilnya dan mengetuk kaca kursi penumpang. Tak lama kaca terbuka, ia pun langsung menjawab pertanyaan yang diajukan itu dengan bersemangat.

"Semua sehat bu, kami sudah tiba di pelabuhan, tinggal menyebrang ke Bangka, ini Rani dan Reno di sepanjang jalan tidur nyenyak," terang Hermansyah sembari mengarahkan layar ke dalam mobil.

Perbincangan itu berlangsung sekitar tiga menit, nampak keceriaan keluarga saat berbincang tentang perjalanan panjang lintas pulau yang telah dilalui. Perbincangan itu pun ditutup dengan satu sentuhan jari telunjuk Hermansyah ditengah layar smartphone itu.

Tak lama, dengan masih menatap layar smartphone Ia kembali berjalan menghampiri Tribunsumsel.com, wajahnya nampak ceria usai melakukan obrolan singkat yang belakangan diketahui melalui jejaring sosial itu. Dirinya pun memuji luasnya jaringan provider Telkomsel yang digunakannya.

"Tak disangka, di ujung Sumsel ini sinyal Telkomsel masih 3G, sehingga komunikasi bisa lancar seperti di perkotaan," katanya kepada  Tribunsumsel.com.

Ia menuturkan, dengan lancarnya sinyal telekomunikasi dirinya mengaku tidak khawatir akan bosan menunggu antrian waktu keberangkatan. Apalagi seluruh anggota keluarganya menggunakan provider yang sama sehingga dapat menghabiskan waktu dengan mengakses game online dan media sosial.

Hanya Telkomsel yang Perduli

Kepala Pos Pelabuhan TAA, Zulkarnain mengaku buruknya sinyal telekomunikasi memang menjadi kendala utama bagi pemudik saat berada di Pelabuhan TAA. Keberadaan TAA yang berada di ujung Sumsel dan berdekatan dengan Selat Bangka mengakibatkan hampir seluruh sinyal provider telekomunikasi tidak memadai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved