Haid Tidak Teratur, Bisa Jadi Gejala Sindrom Ovarium Polikistik
Sindrom ovarium polikistik (Polycystic ovary syndrome atau disingkat PCOS) adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal.
TRIBUNSUMSEL.COM-Sindrom ovarium polikistik (Polycystic ovary syndrome atau disingkat PCOS) adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal. Pada sindrom ini, tubuh wanita memproduksi hormon laki-laki (androgen) secara berlebihan. Akibatnya, wajah lebih berminyak dan rambut tumbuh secara berlebihan, terutama di tangan dan kaki.
Gejala utama PCOS adalah gangguan haid. Hampir semua wanita dengan sindrom ini, tidak mengalami jadwal haid yang normal ketika remaja, bahkan ada yang berhenti haid sama sekali.
Kurang dari 50 persen wanita dengan PCOS yang sadar tentang kondisinya, menurut PCOS Foundation. Antara lima sampai 10 persen wanita muda yang sudah haid memilikinya, kata Mary Jane Minkin, M.D., seorang profesor klinis kebidanan dan kandungan di Yale University School of Medicine. Inilah yang perlu Anda ketahui tentang PCOS:
Memiliki sekelompok gejala
Sama seperti tidak ada satu tes yang dapat mendiagnosa PCOS, begitupun tidak ada satu gejala yang bisa secara khusus menandakan kehadirannya.
Menstruasi yang tidak teratur atau tidak, bisa menjadi tanda. Jerawat, rambut yang berlebihan (alias hirsutisme, yang membuat pola rambut Anda seperti pria), infertilitas, dan berat badan juga bisa terkait dengan PCOS, kata Mamta Mamik, MD, asisten profesor kebidanan, kandungan, dan ilmu reproduksi di Mount Sinai School of Medicine. Begitu juga dengan masalah metabolik seperti Kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan bahkan diabetes.
Jika Anda mengalami salah satu atau lebih gejala di atas, periksakan diri ke dokter kandungan. Seringkali, dokter akan menganjurkan tes darah untuk mencari ketidakseimbangan hormon seks, seperti terlalu banyak testosteron.
Ovarium dan kelenjar adrenal membuat testosteron normal, tetapi jika Anda memiliki PCOS, jumlahnya akan meningkat. Anda juga mungkin memiliki kadar glukosa normal, katanya.
Kista bukan segalanya
Tidak semua wanita dengan PCOS memiliki kista pada indung telur mereka, kata Mamik. Jika Anda memiliki kista, itu bisa menjadi super-menyakitkan.
Kista kadang-kadang terbentuk dari telur wanita tidak dilepaskan dari waktu ke waktu, dan dokter dapat mengidentifikasinya melalui USG.
Risiko genetik
PCOS mungkin bersifat genetik, kata Mamik. Beberapa penelitian menunjukkan jika ibu Anda memiliki PCOS, ada kemungkinan sebesar 50 persen Anda mengalaminya juga. PCOS juga terkait dengan kelebihan berat badan, kata Minkin.
"Salah satu teka-tekinya adalah, apakah PCOS mendorong kenaikan berat badan atau kelebihan berat badan yang memicu PCOS. Mungkin, bisa keduanya. Jika Anda memiliki PCOS dan kelebihan berat badan, ikuti program penurunan berat badan (nutrisi yang baik dan olahraga) sangat penting untuk dilakukan,” kata Minkin.
Pilihan pengobatannya bervariasi