Atletico Madrid Kalah Karena Bola Mati
Atletico Madrid baru saja kembali gagal menjuarai Liga Champions setelah dikalahkan oleh Real Madrid di babak penalti dengan skor 4-5.
Laporan Wartawan SuperBall.id, Imadudin Robani Adam
TRIBUNSUMSEL.COM, MADRID - Atletico Madrid baru saja kembali gagal menjuarai Liga Champions setelah dikalahkan oleh Real Madrid di babak penalti dengan skor 4-5.
Kekalahan Atletico disebabkan oleh sebuah faktor yakni set-piece (bola mati).
Sebelum final Liga Champions dimulai, SuperBall.id (Tribun Network) pernah membahas, set-piece merupakan hal yang akan menentukan jalannya pertandingan di final.
Tadi malam, set-piece benar-benar menjadi hal yang menentukan pertandingan dan SuperBall.id akan membahasnya satu per satu.
1. Gol Sergio Ramos Berasal dari Set-Piece
Dalam pertandingan final, Sergio Ramos mampu membuat Real Madrid unggul lebih dulu tepatnya di menit ke-15.
Ramos berhasil memanfaatkan kelengahan barisan pertahananAtletico Madrid.
Awal mula terjadinya gol Ramos berasal dari hasil tendangan bebas Toni Kroos.
Sepakan Toni Kroos melaju ke pertahanan Atletico dan kemudian disundul oleh Gareth Bale.
Hasil sundulan Bale pada akhirnya berhasil dimanfaatkan Sergio Ramos.
2. Antoine Griezmann Gagal Eksekusi Penalti untuk Samakan Kedudukan
Menit ke-47 menjadi kesempatan Atletico Madrid untuk menyamakan kedudukan lewat titik penalti.
Atletico Madrid mendapatkan penalti akibat Fernando Torres dilanggar oleh Kepler Pepe di kotak terlarang.
Namun malang bagi Atletico, Antoine Griezmann gagal melakukan eksekusi penalti.
Padahal jika berhasil, Atletico mampu menyamakan kedudukan dan jalannya pertandingan mungkin akan berbeda.
3. Laga Diakhiri dengan Babak Adu Penalti
Laga Final Liga Champions 2015-2016 harus diakhiri dengan babak adu penalti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/tendangan-penalti-pemain-atletico-madrid-antoine-griezmann_20160529_142149.jpg)