PSI Optimis Lolos Verifikasi

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku optimis, partai anak muda tersebut akan lolos verifikasi kementerian hukum dan HAM

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Ketua umum DPP PSI Grace Natalie (tengah) didampingi ketua DPW PSI Sumsel Alvin Kennedy (dua dari kanan) dan pengurus DPW PSI Sumsel lainnya. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Arief Basuki Rohekan

TRIBUNSUMSEL, PALEMBANG,--Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku optimis, partai anak muda tersebut akan lolos verifikasi kementerian hukum dan HAM, serta verifikasi faktual Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai peserta Pemilu 2019 mendatang.

Kepastian tersebut disampaikan ketua umum DPP PSI Grace Natalie disela-sela rapat koordinasi wilayah (Kopdarwil) DPP, PDW dan DPC PSI Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (23/4/2016) di Selebritis entertainment Palembang.

"Kita optimis, PSI akan lolos verifikasi yang akan dilakukan pada 22 Mei 2016 nantinya,"kata Grace.

Menurut Grace keoptimisan ini, didasarkan struktur kepengurusan yang sudah terbentuk di seluruh Indonesia, hingga tingkat kelurahan dan RW/RT, sehingga ia tidak khawatir jika nantinya hasil verifikasi dinyatakan tidak memenuhi syarat.

"Kita tidak ada khawatirnya, asalkan dilakukan objektif dan profesional verifikasinya. Mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan, kita menguatkan struktur partai dan pemahaman pengurus untuk menghadapinya,"tandas Grace.

Mantan reporter televisi swasta ini, keyakinan itu didasarkan syarat lolos verifikasi yaitu pengurusan dan sekretariat. Ia menjelaskan dalam rangka verifikasi tersebut pihaknya sekrang fokus untuk menyiapkan, hal-hal yang diverifikasi nantinya.

"PSI berdiri 16 November 2014 lalu, hingga sekarang kepengurusan sudah 100 persen untuk tingkat Provinsi, Kabupaten/kota di Indonesia. Semenntara, untuk pengurus Kecamatan sudah ada sekitar 60 persen.
Sekarang kita lebih persiapan teknis administrasi, seperti kantor, kepengurusan sudah, surat (kop surat), termasuk foto kepala daerah di setiap kantor,"ujarnya.

Ditambahkan Grace, pihaknya selama ini lebih mengedepankan orang-orang muda, perempuan dalam setiap kepengurusan yang ada.

"Aturan partai, pengurus maksimal usianya tidak boleh dari 45 tahun, dan memang belum pernah berpolitik. Kita ingin mengisi semua pengurus PSI tidak melihat agama, kelamin, suku atau profesinya. Tetapi yang pasti, di PSI banyak anak muda, dan lebih 40 persen pengurus untuk kuota perempuan,"tandasnya.

Grace juga menyatakan, pihaknya lebih menyasar pengurus dan pemilih anak muda serta perempuan, mengingat pada 2019 mendatang, total jumlah anak muda di Indonesia 50 persen dari popularitas jumlah penduduk Indonesia yang akan memilih nanti.

"Anak muda memang banyak tidak peduli soal politik, tetapi selagi ada visi yang baik, mereka akan meliriknya,"terang Grace.

Sementara ketua DPW PSI Sumsel Alvin Kennedy mengungkapkan, jika saat ini kepengurusan di DPW Sumsel, maupun tingkat Kabupaten/kota di Sumsel sudah 100 persen lengkap kepengurusannya. Sedangkan tingkat Kecamatan sudah mencapai 50 persen ada.

"Dulu saya lebih dikenal dalam usaha dengan berbuat memberikan lapangan kerja, tetapi sekarang ke politik untuk berbuat lebih luas lagi, bagi Sumsel dan Indonesia,"capnya.

Dilanjutkan alvin, dalam mengenalkan partai (PSI) ke masyarakat luas, pihaknya akan melakukan sosialisasi dalam kegiatan yang ada di lingkungan masing-masing pengurus.

"Jadi, kita tidak akan jor-joran, namun melakukan yang bisa diperbuat dilingkungan sekitar dulu. Seperti, nanti di Kecamatan kita buat program rutin namun simple, yang bermanfaat bagi masyarakatlah seperti foging dan sebagainya,"pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved