Ini Alasan Kunto Hartono pilih Palembang untu Pecahkan Rekor dunia

"Saya bermimpi melihat Jembatan dengan dan dua tiang pancang, dalam mimpi itu saya sempat cicipi airnya tawar, saya berfikir kota itu adalah Bangkalan

TRIBUNSUMSEL.COM/YOHANES TRI NUGROHO
Drumer Sakti, Kunto Hartono kembali menyambangi Kota Palembang dalam mempersiapkan pemecahan rekor dunia yang direncanakan akan berlangsung 27 Mei hingga 03 Juni 2016 mendatang. 

Laporan wartawan Tribun Sumsel, Yohanes Tri Nugroho

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Drumer Sakti, Kunto Hartono kembali menyambangi Kota Palembang dalam mempersiapkan pemecahan rekor dunia yang direncanakan akan berlangsung 27 Mei hingga 03 Juni 2016 mendatang.

Pria yang berambut panjang menjelaskan dorongan mimpi melihat jembatan dengan dua tiang pancang dan air tawar membuat dirinya akhirnya memilih Kota Palembang sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Saya bermimpi melihat Jembatan dengan dan dua tiang pancang, dalam mimpi itu saya sempat cicipi airnya tawar, saya berfikir kota itu adalah Bangkalan di Madura, ‎tapi airnya tawar bukan asin sehingga saya langsung berfikir Kota Palembang," ungkap Kunto Hartono, dijumpai dalam Press Conference, di Esmud Communication & Jo Rechers, Kamis (21/04).

‎Ia menyampaikan mimpi dialaminya usai rencana pemecahan Rekor yang sama yang telah direncanakan di Surabaya tiga kali mengalami kegagalan pada 2015 lalu. Dirinya lalu mengingat ucapannya, bahwa pemecahan rekor tidak bisa ditempat yang sama dan harus di kota yang lebih tua dari sebelumnya, pertama yang dapat di Jakarta, kedua di Surabaya.

Lanjutnya, Kediri sebenarnya merupakan kota tua setelah Surabaya, karena disana ada kerajaan Singosari ‎namun jika dilihat kembali sejarahnynya Palembang jauh lebih tua dengan keberadaan Kerajaan Sriwijaya pada 680 masehi. Sehingga keyakinan itu membawa dirinya memutuskan memilih Kota Palembang sebagai tempat pelaksanaan konser musik terlama itu.

" ‎Saya sangat yakin di Kota Palembang ini usaha pemecahan rekor dunia akan tercapai apalagi dukungan dari seluruh pihak dalam mempersiapkan acara, ‎seluruh kendala kendala yang sempat saya alami menjadi pelajaran berharga dan mudah mudahan tidak berulang," tegasnya

Penulis: Yohanes Tri Nugroho
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved