Video: Pria Ini Berikan Sepatu untuk Anaknya, Tapi Sesuatu Mengerikan Muncul dari Dalamnya

Namun ketika dia membuka kotak sepatu tersebut, ia menemukan sesuatu yang mengejutkan.

TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang pria di Australia membagikan pengalamannya saat memberikan sepasang sepatu baru untuk anaknya.

Dilansir Viral4real, Minggu (17/4/2016), namun ketika dia membuka kotak sepatu tersebut, ia menemukan sesuatu yang mengejutkan.

Dalam sepatu yang berwarna oranye tersebut, ia mendapati bagian dalam sepatu terdapat sarang laba-laba.

Tak hanya sarang laba-laba, ia mendapati seekor laba-laba beracun yang ukurannya cukup besar.

"Ini adalah Atrax Robutus Spider yang banyak ditemukan di Australia. Laba-laba ini sangat beracun, oleh karena itu ketika terkena gigitannya. Anda harus segera mendapatkan penawar anti racun."ungkapnya

Bagi anda yang penasaran, langsung saja lihat videonya di atas.

Awalnya Jualan Sepatu Online, Pria Ini Malah Jadi Mucikari Prostitusi Online

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

Penyidik Polsek Arcamanik masih mengembangkan kasus prostitusi online kelas apartemen yang berhasil diungkap Selasa (1/3/2016). Sejumlah saksi pun telah dimintai keterangan untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Kapolsek Arcamanik, Kompol Asep Saepudin, mengatakan, sejauh ini pihaknya baru menetapkan dua tersangka atas kasus tersebut, yakni S alias Diki dan AR. Ia mengaku belum ada calon tersangka lain mengenai kasus prostitusi online tersebut.

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terutama teman-teman dia. Masih sebatas itu saja. Sekitar 9 orang dimintai keterangan terkait dengan praktik prostitusi online ini," ujar Asep kepada Tribun melalui sambungan telepon, Kamis (3/3/2016).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Asep, praktik prostitusi yang dijalankan Diki dan AR dilakukan secara mandiri. Keduanya tidak terlibat dengan jaringan praktik prostitusi serupa lainnya di Kota Bandung.

"Jadi tersangka ini melakukan bisnis itu karena merasa usaha tersebut lebih menguntungkan. Sebelumnya, tesangka usaha sepatu online. Hanya bisnisnya kurang bagus sehingga dia melakukan bisnis tersebut," ujar Asep.

Diki bersama AR sudah sejak empat bulan menghuni apartemen yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Setidaknya ada enam PSK yang bergabung dengannya untuk menjalani praktik prostitusi tersebut. Diki mengambil 20 persen dari tarif yang dibayarkan pelanggan. Uang itu untuk biaya menyewa kamar yang per bulannya mencapai Rp 6 juta.

Para pelanggan Diki berasal dari Kota Bandung, Jakarta, dan lainnya. Proses penawaran dan kesepakatan harga pun dilakukan melalui media sosial WeChat. Tersangka mucikari menampilkan foto profil seorang wanita dan foto para PSK di bawah naungannya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved