Penduduk Gaza Kembali Nonton Bioskop Sesudah 20 Tahun
Dahulu bioskop biasa ditemukan di Gaza, tetapi dihancurkan pada intifadah pertama tahun 1987.

Awalnya, film yang diputar adalah film bertema sejarah Palestina, tapi kini sudah mulai judul yang lebih populer seperti animasi Pixar,Inside Out .
Namun film bertema kontroversial belum bisa diharapkan berhubung semua film harus disetujui oleh pihak berwenang Hamas.
"Untuk tiap film, kami beri ringkasan ceritanya kepada pihak berwenang, lalu mereka memberi persetujuan," kata Salam.
Proyek ini dimulai Januari tahun ini dengan filmOversized Coat film karya Nawras Abu Saleh, sutradara Palestina yang tinggal di Amman, Yordania.
FIlm itu berkisah mengenai sejarah Palestina 1987-2011 termasuk dua kali peristiwa intifadah melawan pendudukan Israel.
Masa lalu berbeda

Dahulu bioskop biasa ditemukan di Gaza, tetapi dihancurkan pada intifadah pertama tahun 1987.
"Ayah saya sering cerita bahwa ia dulu menyisihkan uang saku untuk pergi ke bioskop setiap akhir pekan," kata Rama Humeid, 30 tahun, petugas komunikasi dari kamp pengungsi Jabaliya di Gaza bagian utara.
Tiket bioskop yang dikelola Salam ini seharga 10 shekels (sekitar Rp30.000) yang dianggap masih bisa terjangkau oleh penduduk yang kebanyakan menganggur dan hidup dari bantuan makanan ini.
Pemutaran ini bisa berlangsung lantaran Hamas juga melonggarkan sikap untuk kegiatan kebudayaan di Gaza.
"Belakangan ini saya lihat banyak kegiatan kebudayaan seperti Gaza Cinema dan festival musik," kata Humeid.