Sempat Dikira Sudah Tewas dalam Serangan Udara AS, Menteri Perang ISIS Masih Hidup

Rami menambahkan, organisasinya mengumpulkan berbagai informasi terkait Al-Shishani dari berbagai sumber di lapangan.

Editor: M. Syah Beni
Telegraph
Abu Omar al-Shishani, mantan anggota pasukan khusus Georgia ini, diyakini tewas akibat serangan udara koalisi pimpinan AS pada pekan lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LONDON,-- Organisasi Pemantau HAM Suriah, Kamis (10/3/2016) mengatakan, Abu Omar al-Shishani, salah seorang komandan senior ISIS masih hidup meski mengalami luka berat.

Pada Selasa (8/3/2016), sejumlah pejabat AS mengklaim Al-Shishani alias Omar Si Chechnya yang diyakini sebagai menteri perang ISIS, tewas dalam serangan udara di kota Al-Shadadi, Suriah.

"Dia (al-Shishani) tidak tewas namun terluka parah. Dia kni sudah dipindahkan ke basis ISIS di kota Raqqa untuk menjalani perawatan," ujar Rami Abdulrahman, direktur Lembaga Pemantau HAM Suriah.

Rami menambahkan, organisasinya mengumpulkan berbagai informasi terkait Al-Shishani dari berbagai sumber di lapangan.

Al-Shishani lahir pada 1986 di Georgia, yang saat itu masih menjadi negara bagian Uni Soviet. Dia dikenal sebagai penasihat militer pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Serangan koalisi pimpinan AS di kota Al-Shadadi melibatkan beberapa gelombang serangan dengan menggunakan jet-jet tempur dan drone.

Pentagon meyakini Al-Shishani dikirim ke kota itu untuk memperkuat pasukan ISIS setelah mengalami serangkaian kemunduran akibat serangan koalisi dan pasukan gabungan Arab-Kurdi di darat.

Seorang perwira milisi Kurdi Suriah YPG, yang memerangi ISIS di wilayah Al-Shadadi, mengatakan dia menerima kabar bahwa Al-Shishani telah tewas namun tak bisa mengkonfirmasi kabar tersebut.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved