Cermin Kehidupan
Bagi Seorang Ibu, Ternyata Hal Ini Lebih Sakit Daripada Melahirkan
sosok perempuan tangguh dan tegar ketika badai kehidupan menghempas.
TRIBUNSUMSEL.COM- Ibu adalah adalah sosok yang luar biasa dalam kehidupan.
Ibu adalah sosok perempuan tangguh dan tegar ketika badai kehidupan menghempas.
Ibu secara fisik boleh saja merupakan sosok yang lemah, namun ketika harus menyelamatkan anak-anaknya, ia bisa berubah menjadi jiwa pemberani dan tegas.
Rela pasang badan tatkala membela anak-anaknya dari ancaman dan bahaya apa pun.
Tak jarang pula tampil menjadi sosok penyelamat keluarga saat sang ayah tengah teperosok dalam krisis kehidupannya.
Namun, seiring dengan usianya yang kian mendekati senja, kerut di kening dan di pipinya adalah bukti kelelahan dari pengorbanan yang luar biasa.
Tangan yang dulunya halus, kian hari menjadi kasar karena kerasnya memahat bongkahan batu kehidupan.
Sakitnya melahirkan anak, ternyata tidak sebanding dengan sakitnya ketika anak yang ia cintai dan lahirkan membentaknya,
Berikut ini kisah yang akan menyadakan kita bahwa ibu lebih memilih sakitnya melahirkan daripada dibentak buah hatinya seperti dikuti dari Eberita.org
“Ibu, masakin air bu. Aku mau mandi pakai air hangat,” seorang anak meminta ibunya menyiapkan air hangat untuk mandinya.
Sang ibu dengan ikhlas melaksanakan apa yang diperintah oleh sang anak.
Dengan suara lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggu sebentar ya, sayang!”
“Jangan terlalu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama teman” ujar sang anak.
Tidak lama kemudian sang ibu telah usai menyiapkan air hangat untuk buah hatinya.
“Nak, air hangatnya sudah siap,” ibu itu memberi tahu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ibu_20160304_084635.jpg)