Oktaprianto Sempat Berjalan 50 Meter Minta Tolong Usai Digorok Begal, Tapi Tak Ada yang Menolong
Korban perampokan sekaligus pembunuhan yakni Oktaprianto (24), sempat berjalan sejauh 50 meter mencari pertolongan setelah digorok kawanan begal.
Penulis: Edison | Editor: Kharisma Tri Saputra
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Korban perampokan sekaligus pembunuhan yakni Oktaprianto (24), sempat berjalan sejauh 50 meter mencari pertolongan setelah digorok kawanan begal.
Kejadian tersebut terjadi di kawasan Jalan Relly tepatnya di depan tower TVRI Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Prabumulih, Kamis (11/2/2016) sekitar pukul 18.30 WIB.
Korban yang berjalan minta tolong dengan memegang leher menggedor pintu serta menghampiri warga.
Namun banyak tidak satupun warga yang menolong warga Jalan Bima Taman Baka Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih itu.
Korban yang telah kehilangan suara akibat kena gorok itu selanjutnya diselamatkan anggota polisi yang dihubungi pengendara melintas dan membawa korban ke RS AR Bunda.
Nyawa korban tak bisa diselamatkan kehabisan darah setelah mendapat perawatan di RS AR Bunda Prabumulih.
Perampokan sekaligus pembunuhan kembali terjadi di Prabumulih.
Kali ini seorang bapak satu anak yakni Oktaprianto (24), warga Jalan Bima Taman Baka Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih, tewas mengenaskan digorok begal motor.
Tidak hanya membunuh korban yang berprofesi sebagai tukang ojek itu.
Kawanan begal juga merampas dan membawa kabur motor Mio J berplat nomor BG 6451 CK warna putih milik ayah korban yang dibawa korban.
Nyawa korban tak bisa diselamatkan setelah mendapat perawatan di RS AR Bunda Prabumulih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kelurga-korban-ketika-melihat-oktaprianto-yang-tewas-setelah-menjalani-perawatan-di-rs-ar-bunda-1_20160212_104826.jpg)