Nge-gym Terus Tapi Masih nggak "Six Packs"?

Tony DeSantis, seorang master trainer dari AS punya jawabannya untuk Anda.

Editor: Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM - Mungkin kejadian ini dialami banyak di antara kita. Sudah rutin nge-gym lima kali seminggu tapi tak ada perubahan pada tubuh. Berat badan tidak juga turun. Perut six pack apalagi. Sebenarnya apa sih yang salah?

Tony DeSantis, seorang master trainer dari AS punya jawabannya untuk Anda.

Nutrisi yang salah
Bila kita bisa mengatur pola makan dengan benar, kita sudah memenangkan separuh dari pertempuran untuk menurunkan berat badan. Kita bisa saja olah raga lima hari seminggu di gym tapi tanpa nutrisi yang benar, semua kerja keras kita sia-sia belaka. Tubuh kita butuh bahan bakar yang tepat untuk mendukung olah raga kita.

DeSantis menyarankan pola makan kaya protein, sayur, buah, dan lemak baik untuk mendukung kegiatan di gym. Pilih sumber karbohidrat yang sehat seperti nasi merah atau roti gandum.

Ganti camilan keripik kentang dengan kedelai rebus. Pilih ikan salmon daripada steik T-bone. Jangan lupa, makanlah dengan porsi kecil namun sering. Anda boleh makan lima sampai enam kali sehari dengan porsi kecil.

Tidak pernah berganti latihan
Jujur saja, apa saja yang Anda lakukan saat di gym? Melakukan latihan yang sama setiap hari? Mengganti latihan setiap tiga sampai empat minggu ternyata memberi hasil latihan yang berbeda.

Tiga sampai empat minggu adalah waktu bagi tubuh untuk bekerja keras dan memberi hasil. Sebelum tubuh terbiasa dengan rutinitas yang sama, kita sudah menggantinya dengan rutinitas baru.

Perubahan ini akan membuat otot terkejut dan memaksa otot bekerja lebih keras untuk menyesuaikan diri dengan perubahan. Anda akan terkejut sendiri melihat betapa cepat terjadi perubahan dengan mengubah rutinitas latihan setiap tiga atau empat minggu.

Kurang intensitas
Kurang intensitas artinya tubuh kita belum bekerja cukup keras. Apa indikasi tubuh kita bekerja lumayan keras?

Keringat adalah indikator pertama tubuh bekerja keras. Memang ada orang yang gampang berkeringat dan ada orang yang tidak. Keringat adalah reaksi tubuh kita yang mengalami pemanasan. Pemanasan terjadi ketika tubuh bekerja.

Indikator selanjutnya adalah napas. Napas yang terengah-engah adalah tanda tubuh bekerja keras. Jika Anda tampak bercakap-cakap sambil latihan beban, itu tanda tubuh tidak bekerja keras.

Tanda terakhir adalah detak jantung yang meningkat. Ketika detak jantung meningkat, Anda bergerak ke zona latihan yang menjanjikan hasil.

Bila Anda sudah menguasai latihan dengan baik, itu tandanya Anda harus memaksa diri naik ke level selanjutnya. Tambahkan beban atau tambah hitungan.

Sindroma OMGD
OMGD adalah singkatan dari One Muscle Group Per Day Syndrome. Artinya, sindroma latihan satu kelompok otot per hari.

Sindroma ini dialami oleh banyak orang. Misalnya, sehari hanya melatih otot dada. Besok hanya latihan punggung. Lusa hanya latihan lengan. Latihan satu kelompok otot per hari tidak menjanjikan hasil yang maksimal.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved