Kawasan Benteng Lahat Terancam Amblas
Terhadap kondisi tersebut, Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'i SE mengungkapkan pemkab sendiri telah mengupayakan pencegahan.
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT -- Kawasan Benteng yang terletak di tepian Sungai Lematang, Kelurahan Pasar Baru, Lahat terancam kembali amblas. Bahkan kondisi retakan sudah membela sebagian badan Jalan Amir Hamzah tersebut. Kendati demikian masih saja ada warga yang berani tinggal dilokasi tersebut.
Padahal Pemkab sendiri sudah mengimbau agar kawasan tersebut tidak berdiri bangunan terlebih dilokasi tersebut kerap terjadi longsor. Tak hanya itu pohon besar yang tumbuh dilokasi membahayakan jika suatu saat roboh.
Menurut salah satu warga, Ahyan (31) warga Kota Lahat, keretakan tanah dikawasan benteng terus terjadi seiring hujan yang mengguyur Lahat, belakangan ini. Melihat kondisi tersebut dirinya sangat khawatir akan terjadi longsor besar terlebih retakan terlihat dalam. "La ngeri lihat retakkan cak idak ke lamo lagi nak longsor," ungkapnya, Kamis (4/2).
Belum lagi terangnya padatnya kendaraan yang melintas di kawasan tersebut dan tak sedikit yang bertonase berat. Sementara kuntur tanah sudah terlihat labil dan minimnya penahan tanah.
"Aspal be la retak. Kemudian la kerap longsor dan pohon tumbang bahkan hingga memakan korban jiwa. Sebaiknya warga yang masih beraktifitas di lokasi tersebut memilih pindah takutnya longsor terjadi tiba tiba,"ujarnya.
Terhadap kondisi tersebut, Bupati Lahat, H Saifudin Aswari Riva'i SE mengungkapkan pemkab sendiri telah mengupayakan pencegahan. Diakui Aswari, kondisi dikawasn tersebut cukup membahayakan.
Apalagi dibawahnya mengalir Sungai Lematang, jika sewaktu waktu longsor bisa fatal akibatnya.
"Saat terjadi longsor tahun kemarin kita sudah pasang portal sehingga kendaraan bertonase berat tak melintas, Pasalnya, kendaraan tersebut berpotensi mempercepat longsor dan kerusakan jalan,"ungkap Aswari.
Disisi lain, pemkab sendiri sudah memberikan himbauan agar masyarakat yang berada dipinggiran sungai Lematang tidak beraktifitas dilokasi tersebut dan membangun perumahan untuk bermukim karena akan sangat membahayakan keselamatan warga itu sendiri.
Kawasan tersebut akan di tata menjadi kawasan hijau dan ruang terbuka selain bisa dimanfaatkan warga untuk bersantai juga untuk menahan tanah di kawasan tersebut.
"Kita juga sudah merancang dan tinggal menunggu pelaksanaan pembangunan tembok penahannya. Tentu kita berharap dukungan dari masyarakat khususnya disekitar kawasan benteng tersebut,"ujarnya. (Ehdi Yasin)