Pihak Sekolah Akui Ada Pemukulan
Peristiwa kekerasan dalam lingkungan sekolah kembali terjadi di kota Palembang. Kali ini, peristiwa itu menimpa Licya Tiara Namira
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Peristiwa kekerasan dalam lingkungan sekolah kembali terjadi di kota Palembang. Kali ini, peristiwa itu menimpa Licya Tiara Namira (15), pelajar SMA Negeri 18 Palembang.
Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat berlangsung kegiatan ekstrakulikuler di sekolah tersebut. Namun, Licya menolak untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler karena sakit. Enggan untuk mengikuti kegiatan tersebut, membuat seorang guru berinisial LQ lalu memukul Licya menggunakan gagang sapu.
Peristiwa tersebut tidak dibantah oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 18, Sri Asmuniah. Sri membenarkan kejadian yang melibatkan salah seorang gurunya tersebut. Menurut Sri memang terjadi tindakan pemukulan, namun hanya sebatas mendidik, tanpa menjerumus ketindakkan kriminal.
Menurut Sri, kronologis kejadian tersebut bermula saat pihak sekolah memulangkan siswanya lebih awal karena akan mengadakan rapat pada, sabtu (9/1/2016) yang lalu.
"Jadi karena pulang cepat, diisi oleh ekstrakulikuler pramuka oleh pembimbing," ujarnya saat dibincangi Tribunsumsel diruangannya, Kamis (21/1/2016)
Sri menambahkan, saat itu para siswa tengah berbaris di lapangan dan diperintahkan untuk masuk ke kelasnya. Licya yang saat itu tengah berada di belakang enggan untuk mengikuti kegiatan ektrakuliker, dan di colek oleh guru tersebut untuk masuk ke dalam kelas.
"Nah tak berselang lama, siswa-siswa mendengar suara aduh, tapi mereka tidak tahu ada pemukulan atau tidak. Sementara LQ sendiri mengaku jika ia memukul, namun sebatas mendidik sang anak," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kepala-sekolah-sma-negeri-18-palembang-sri-asmuniah_20160121_141555.jpg)