Indra Menangis Syukuran Pernikahannya Gagal
"Aku mencuri motor itu untuk sedekahan kawinan, tetapi malah gagal karena ditangkap polisi. Uangnya juga baru terkumpul sedikit, makanya aku curi moto
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Indra (27) harus menangis lantaran sedekahan pernikahannya gagal setelah dirinya ditangkap Polsek Kalidoni Palembang karena kedapatan melakukan pencurian motor di dalam parkiran kantor Pusri Palembang, Senin (11/1/2016).
Ia melakukan pencurian sudah sebanyak tiga kali dan kali ini apesnya ia tertangkap ketika baru selesai melakukan pencurian motor di dalam parkiran kantor Pusri.
"Aku mencuri motor itu untuk sedekahan kawinan, tetapi malah gagal karena ditangkap polisi. Uangnya juga baru terkumpul sedikit, makanya aku curi motor lagi biar cukup," ujarnya sambil menangis.
Ia beraksi dengan seorang pelaku berinisial T yang statusnya masih pelajar SMA yang ada di Palembang.
Indra Bertugas sebagai eksekutor sedangkan T bertugas mengawasi situasi di sekitar lokasi ketika Indra beraksi merusak kunci kontak.
Ketika membawa motor curian yang telah berhasil curi, Indra mengeluarkannya menggunakan karcis yang dimilikinya.
Sehingga dengan mudah Indra melenggang membawa motor curiannya keluar dari Komplek Pusri.
"Aku mencuri pakai kunci letter T yang telah disiapkan, karena aku bekerja di dalam kawasan Pusri sebagai tenaga lepas jadi mudah mengeluarkan motor," ungkapnya.
Motor yang berhasil dicuri, biasanya dijual ke daerah.
Motor yang dicuri juga berdasarkan pesanan penadah, sehingga ia dan T mencuri motor sesuai keinginan penadah.
Harga yang dijual untuk seunit motor curian dibandrol Rp 2.5 juta untuk jenis matic dak Rp 2 juta untuk manual.
Akan tetapi, akan lebih mahal jika itu motor jenis sport.