Fokus Bank Bukopin Tahun Ini
untuk ekspor impor seperti ekspor pupuk, kerajinan dari industri kreatif, dan lain-lain
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Weni Wahyuny
Laporan wartawan TribunSumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bank Bukopin akan fokus menyalurkam kredit pada tiga sektor yaitu, ekspor impor, ekonomi kreatif dan penunjang infrastruktur. Ketiga sektor tersebut dinilai masih menguntungkan di tahun ini.
"Sebelum menentukan sektor yang akan digarap, kita sudah melakukan riset terlebih dahulu. Kami memandang ketiga sektor tersebut masih tetap tumbuh ditahun ini," ujar Kepala Cabang Bukopin Palembang, A Iwan CH saat di Kantor Bank Bukopin Jalan Kapten A Rivai, Rabu (6/1).
Ia menjelaskan untuk ekspor impor seperti ekspor pupuk, kerajinan dari industri kreatif, dan lain-lain, sedangkan untuk impor seperti bahan baku makanan, pengadaan barang-barang seperti suku cadang pabrik dan lain-lain. Lalu untuk ekonomi kreatif seperti UMKM dan UKM. Untuk infrastruktur seperti pembiayaan pembangunan hotel untuk menunjang Asian Games 2018, pembangunan jalan, kontraktor dan lain-lain.
"Untuk realisasinya kita melakukan pendekatan kepada asosiasi yang ada di Palembang dan sudah mulai kita garap. Di tahun 2016 ini lebih menantang, maka untuk tahun ini harapan kita di pembiayaan dapat tumbuh 24 persen, sedangkan pada tahun lalu pembiayaan tumbuh 30 persen dengan nominal tumbuhnya Rp 60 miliar," katanya.
Diluar ketiga sektor tersebut masih tetap akan digarap oleh Bank Bukopin, namun dalam penyalurannya lebih hati-hati dan selektif. Karena pada tahun 2015 laba Bank Bukopin menurun lima persen dibanding tahun 2014, yang diakibatkan oleh penurunan perfoma debitur dalam kategori perhatian khusus.
Ia menambahkan untuk laporan keuangan ditahun 2015 Bank Bukopin mengalami pertumbuhan aset 52,6 persen dengan nilai pertumbuhaannya diatas Rp 500 miliar, untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 60 persen dengan nilai pertumbuhannya Rp 241,1 miliar.
Sedangkan jika secara nasional aset Bank Bukopin senilai Rp 89,5 triliun diatas posisi nilai aset pada tahun 2014 senilai Rp 74,8 triliun. Untuk kredit senilai Rp 61,6 triliun tumbuh 19,7 persen dari tahun 2014, DPK senilai Rp 71,5 triliun tumbuh 16,5 persen dan laba perseroan senilai Rp 1,25 triliun atau tumbuh 34,6 persen dari tahun lalu. "Angka tersebut hasil keuangan khusus Bank Bukopin, diluar hasil dari anak perusahaan seperti Bukopin Syariah dan Finance," tutupnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kepala-cabang-bukopin-palembang-a-iwan-ch_20160106_164129.jpg)