Video: 'Benda Asing' di Sungai Musi Jadi Pemandangan Tambahan Wisatawan
Sungai Musi yang kaya pesona selama ini belum digarap optimal. Muara dari sembilan sungai ini belum bisa dilepaskan dari kesan jorok dan kumuhnya.
Penulis: M. Syah Beni | Editor: Kharisma Tri Saputra
Laporan Wartawan Tribunsumsel, M Syah Beni
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menteri Pariwisata Arief Yahya pada kunjungannya ke Palembang pada bulan lalu menegaskan, Sungai Musi perlu dijadikan obyek wisata unggulan Sumatera Selatan karena potensinya cukup besar.
Syaratnya, sungai sepanjang 750 kilometer itu harus selalu diawasi dan jangan sampai ada sampah.
"Sampah membuat jorok sehingga wisatawan menjadi tidak menarik berkunjung," katanya.
Sungai Musi yang kaya pesona selama ini belum digarap optimal. Muara dari sembilan sungai ini belum bisa dilepaskan dari kesan jorok dan kumuhnya.
Pantauan Tribun Sumsel, semua jenis sampah rumah tangga ditampungnya. Belum lagi kiriman ranting, potongan kayu, rumput, dan eceng gondok menambah kotornya sungai. Termasuk jamban terapung yang masih berdiri di pinggiran Sungai Musi.
Padahal di sepanjang sungai ini banyak objek wisata bersejarah, mulai dari Benteng Kuto Besak (BKB), Kampung Kapitan, Kampung Arab, Pulau Kemaro, Rumah Rakit, Bagus Kuning, Pasar 16, dan Masjid Ki Merogan.
Even berkelas internasional sudah sering digelar di Palembang. Bahkan pada 2018, ada Asian Games sebagai ajang pesta olahraga bangsa-bangsa Asia.
Tetapi jangan harap Anda bisa menjumpai turis mondar-mandir di tepian Musi layaknya tempat wisata di Pulau Jawa dan Bali.
Berita selengkapnya baca Harian Pagi Tribun Sumsel edisi cetak Selasa, (15/12/2015).