Masuk Hari Ketiga, Kendaraan Roda Empat Belum Bisa Melintas
Sampai sekarang belum bisa dilintasi kendaraan trutama kendaraan roda empat. Saat ini masyarakat setempat yang ingin menuju kota Muaradua.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Memasuki hari ke 3 pasca longsor di ruas jalan provinsi Tebing Simpang Tenggalingan, desa Muara Sindang Ilir, belum bisa dilewati kendaraan, khususnya roda empat.
Informasi yang diperoleh Sripokou.com, Senin (14/12/20015) pagi, warga yang hendak menuju dua kecamatan tersebut yakni Kecamatan Sindang Danau dan Sungai Are dari kota Muaradua ataupun sebaliknya dengan menggunakan transportasi roda empat belum bisa melintas.
"Sampai sekarang belum bisa dilintasi kendaraan trutama kendaraan roda empat. Saat ini masyarakat setempat yang ingin menuju kota Muaradua masih kesulitan," ujar Edeson, sopir angkutan trayek ke kawasan tersebut, dibincangi Sripoku.com.
Memang, kata dia, sejumlah kendaraan roda dua suda bisa melintas dilokasi kejadian. Meski harus melewati material yang bisa membahayakan keselamatan.
"Banyak juga kendaraan bermotor yang sudah bisa lewat," tambanya.
Sementara itu, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD), Mahfi Abubakar SE, melaulu sekeritaris Uliyati Liska, mengatakan jika satu unit alat berat telah dikirim kelokasi untuk menyingkirkan lumpur material yang menutupi badan jalan.
"Alat berat sudah dikirim, kelokasi. Tidak ada sinyal dikawasan tersebut membuat kita kesulitan untuk berkomonikasi, mungkin saat ini masih tahap pengerjaan oleh tim dilokasi" kata Uli.
Lebih lanjut Ia menambahkan, untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan tersebut, pihaknya memperkirakan membutuhkan waktu ± 10 jam.
"Kalau predeksi kita begitu, bisa saja lebih. Karen lokasi longsor ada dibibir jurang," tambahnya.(Setia Budi /Sp)