Setya Novanto: Jangan Sampai Kita Jadi Korban Adu Domba

Hendaknya, kata Politikus Golkar itu, kita berpikir jernih dan mawas diri.

Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Kertas HVS bertuliskan Setya Novanto Mundurlah diperlihatkan para tokoh yang hadir dalam diskusi publik bertajuk Setyo Novanto Mundurlah yang digelar di Kedai Kopi Deli, Jl. Sunda, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/11/2015). TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto menanggapi derasnya desakan agar dirinya mundur dari jabatan pimpinan DPR.

Melalui Staf Khusus Ketua DPR RI, Nurul Arifin, Setya Novanto meminta semua pihak bersabar untuk mengikuti proses beserta keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Dan kami berharap masyarakat tidak terprovokasi informasi yang menyesatkan," ujar Setya Novanto melalui Nurul Arifin kepada Tribun, Jumat (11/12/2015).

Hendaknya, kata Politikus Golkar itu, kita berpikir jernih dan mawas diri.

"Jangan sampai kita menjadi korban adu domba dari kepentingan-kepentingan yang lebih besar di balik masalah ini," pesannya.

"Kami menghormati MKD yang bertugas menjada marwah Parlemen. Semoga dapat mengambil keputusan yang bijak, tanpa intervensi dari pihak manapun," katanya.

Gelombang desakan mundur terus mengalir kepada Setya Novanto. Terbaru tokoh lintas agama melalui Wasekjen PBNU, Imam Pitudu.

Tokoh lintas agama mengatakan bahwa pihaknya mendukung untuk Ketua DPR, Setya Novanto untuk mundur dari jabatannya karena telah memalukan lembaga terhormat tersebut.

"Kami mendukung Setya Novanto. Mendukung untuk mundur sekarang juga. Daripada DPR harus menuai kebusukan dari seorang Novanto," ujarnya di Kantor PGI, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2015).

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved